sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Kajati DKI Jakarta dan Aspidsus Terperangkap Kasus Korupsi PT Brantas Abipraya

Kajati DKI Jakarta dan Aspidsus Terperangkap Kasus Korupsi PT Brantas Abipraya



Jakarta – Dalam kasus suap PT Brantas Abipraya yang melibatkan Kajati DKI Jakarta Sudung Situmorang dna Aspidsus Tomo Sitepu, Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya membentuk tim untuk ditugaskan sebagai penyidik dalam kasus tersebut.

Kajati DKI Jakarta dan Aspidsus Terperangkap Kasus Korupsi PT Brantas Abipraya

Tim tersebut akan memeriksa terkait dugaan pelanggaran etik yang dilakukan keduanya.

“Sudah dibentuk tim yang diketuai langsung oleh Sesjamwas Jasman Panjaitan,” kata Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan (Jamwas) Widyo Pramono saat dihubungi, Senin (4/4/2016).

“Akan segera ditindaklanjuti tentang dugaan pelanggarannya,” ucap Widyo menambahkan.

KPK sendiri bersiap-siap untuk memanggil kedua jaksa itu apabila keterangannya dibutuhkan kembali. Sementara, Widyo tidak bicara banyak tentang sanksi yang akan dijatuhkan pada keduanya apabila terbukti melanggar kode etik.

Kajati DKI Jakarta dan Aspidsus Terperangkap Kasus Korupsi PT Brantas Abipraya

“Dari kasus yang ditangani, kita sudah melaksanakan operasi gabungan dengan KPK. Nah kita punya Jamwas, tanpa mengurangi langkah pengungkapan kasus oleh KPK ya, kita juga perlu melakukan upaya klarifikasi dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang disebut terlibat. Saya sudah perintahkan Jamwas untuk melakukan (pemeriksaan) itu biar semuanya jelas. Ya sekarang juga kan bisa saja ada oknum-oknum penumpang gelap yang ingin memanfaatkan kasus tersebut,” ujar Prasetyo saat dihubungi terpisah.

Sebelumnya dalam kasus dugaan suap PT Brantas Abipraya (PT BA) ke Kejati DKI terkait penghentian kasus yang ditangani KPK, kedua jaksa tersebut langsung diperiksa oleh penyidik KPK seusai operasi tangkap tangan. Namun dalam kasus itu, KPK tidak menyebut siapa penerima suap sebesar USD 148 ribu tersebut.

KPK hanya menetapkan 2 orang pemberi suap yaitu Direktur Keuangan PT BA Sudi Wantoko dan Senior Manager PT BA Dandung Pamularno serta seorang perantara suap bernama Marudut. Ketiganya ditangkap di sebuah hotel pada Kamis (31/3) di bilangan Cawang, Jakarta Timur.

Malah setelah melakukan operasi tangkap tangan tersebut, penyidik KPK langsung melakukan pemeriksaan terhadap 2 jaksa itu. Namun ada yang janggal dalam pemeriksaan tersebut lantaran dilakukan pada Kamis (31/3) malam hingga Jumat (1/4) subuh. Usai pemeriksaan, status kedua jaksa itu masih sebagai saksi.
(Freddy Julio – sisidunia.com)