Home » News » Dewan Perwakilan Rakyat Jabar Ajukan Totoya Fortuner Sebanyak 100 Unit

Dewan Perwakilan Rakyat Jabar Ajukan Totoya Fortuner Sebanyak 100 Unit



Jakarta – Anggarkan 100 unit mobil jenis Toyota Fortuner pada tahun ini oleh DPRD Jawa Barat (Jabar). Pembelian mobil ber-cc besar tersebut lantaran Toyota Rush dan Toyota Innova yang selama ini jadi kendaraan operasional tidak layak lagi bagi para wakil rakyat.

Dewan Perwakilan Rakyat Jabar Ajukan Totoya Fortuner Sebanyak 100 Unit

Salah satu sumber wartawan di internal DPRD Jabar membenarkan adanya rencana pembelian mobil dinas. Bahkan jika memang disepakati pembelian fortuner yang diperkirakan mencapai Rp 50 miliar itu, akan ditenderkan pada beberapa pekan ke depan.

Maklum saja Fortuner sendiri dikenal sebagai mobil SUV yang cukup mewah dan hanya dapat dibeli orang berkantong tebal. Uang yang mencapai Rp 50 miliar untuk para wakil rakyat itu dengan asumsi bahwa satu unit mobilnya sekitar Rp 510 juta per unitnya.

“DPRD mengajukan pembelian 100 mobil baru jenis Toyota Fortuner,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya ini pada wartawan baru-baru ini.

Masih kata sumber itu, pengajuan Mobil Fortuner ini pertama kali diajukan oleh Ketua Komisi I DPRD Jabar Syahrir. Anggota dewan dari Gerindra ini menilai mobil dinas Fortuner setara dengan mobil pejabat eselon II Pemprov Jabar.

“Dia (Syahrir) bilangnya anggota DPRD itu setara eselon II,” terangnya.

Rencana pengajuan mobil baru untuk para dewan itu tidak dibantah Syahrir. Saat dikonfirmasi sisi dunia via telepon, dia mengatakan bahwa pengajuan mobil baru memang diperlukan.

Sebab mobil yang selama ini digunakan sudah lebih dari lima tahun atau peninggalan anggota DPRD Jabar periode sebelumnya.

“Mobil ini sudah lebih dari lima tahun. Anggota sekarang kerap mengganti service sampai beberapa juta. Karena itu biaya sendiri. Kan sifatnya pinjam pakai,” kata Syafrir, Senin (4/4).

Dia merasa, para wakil rakyat saat ini layak memperoleh mobil dengan kapasitas cc lebih besar sekelas Fortuner atau Pajero Sport bahkan jenis Toyota Camry yang harganya dibanderol di atas Rp 750 jutaan pun disinggungnya. Karena status anggota DPRD Jabar setidaknya sama dengan pejabat eselon II di eksekutif.

“Kami minta sejajar dengan pejabat eselon II. Ini sudah rutinitas kami di lapangan, sehingga harus menunjang. Kan kalau Dapil di perkotaan sedan juga enggak masalah. Kami memang minta untuk lapangan, kita lihat saja Garut besarnya kaya apa, mobilitasnya tinggi,” tuturnya.

Menurutnya, penggunaan mobil yang lama kerap dikeluhkan para anggota dewan, karena kemampuannya yang tidak maksimal jika harus dibawa perjalanan jauh.

“Mobilnya ada yang mogok, bahkan harus ganti. Jadi memang perlu peremajaan, jadi percaya saja ini untuk meningkatkan kinerja kami,” ujarnya.

Pengajuan mobil itu lanjut dia sudah diajukan ke Pemprov Jabar. Hanya saja dia menyerahkan pemberian mobil apa yang diberikan, asalkan layak untuk menunjang mobilitas tinggi.

“Pemprov sediakannya apa kami terima. Sudah diajukan, tapi tidak sampai 100. Karena pimpinankan sudah ada lengkap. Lalu itu juga yang mau saja, karena kalau mobil mahal asuransinya juga mahal,” ujarnya tanpa menyebut jumlah.
(Freddy Julio โ€“ sisidunia.com)