Home » News » Dhani Sesalkan Ahok Yang Mengaku Telah Didukung PKB Dan PAN

Dhani Sesalkan Ahok Yang Mengaku Telah Didukung PKB Dan PAN



Jakarta – Beberapa hari lalu Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama mengklaim dirinya mendapat dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk maju di Pilkada DKI 2017.

Dhani Sesalkan Ahok Yang Mengaku Telah Didukung PKB Dan PAN

Setelah kabar tersebut menyebar ke publik, musisi yang juga calon gubernur (cagub) DKI Jakarta 2017 dari PKB, Ahmad Dhani, angkat bicara bahwa dia menuding Ahok merendahkan warga Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Hal ini terkait pernyataan Ahok, panggilan akrab

“Klaim ahok bhw PAN & PKB dukung dia adalah pernyataan yg merendahkan martabat warga NU dan Muhammadiyah…ADP,” kicau Dhani di akun Twitternya, @AHMADDHANIPRAST, Minggu (27/3/2016).

Mengenai PKB yang belum memutuskan akan didukung Dhani untuk menjadi cagub di Pilkada DKI 2017, Musisi ini merasa resah dibuatnya dalam melawan Ahok.

Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PKB DKI Hasbiallah Ilyas menjelaskan, posisi Dhani dan Ahok bersaing ketat. Bahkan nama Ahok sangat besar dukungannya di tingkat kecamatan.

“Bukan kuat lagi, melainkan sangat kuat,” ujar Hasbiallah saat dihubungi Kamis (17/3) lalu

Mengenai dukungan pada Ahok, Dhani mencurigai ada beberapa oknum kader PKB yang membawa nama Ahok dalam daftar dukungan PKB, yaitu Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mendukung pencalonan Ahok.

“1. Ada bbrp pngurus PKB yg membuat opini bhw seolah2 @cakiminpkb mendukung & Akan mengusung @basuki_btp jd wapres 2019 lwt Pilgub DKI 2017,” tulis Dhani di akun Twitter-nya , Kamis (17/3)

Hanura dan Nasdem Dukung Ahok

Sementara itu Ahok semakin mantap maju melalui jalur independen. Ahok menggandeng Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Heru Budi Hartono sebagai wakilnya.

Partai besutan Wiranto ini juga mendeklarasikan dukungannya pada Ahok pada Sabtu lalu (26/3). Sehingga tidak hanya Partai Hati Nurani Rakyat saja yang sudah mendeklarasikan dukungannya pada Ahok.

Sebelumnya dukungan juga diberikan oleh Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Partai pimpinan Surya Paloh ini secara resmi mendeklarasikan dukungannya pada Ahok Jumat (12/2).

Hanura dan Nasdem sepakat mendukung Ahok tanpa syarat, yakni mempersilakan Ahok maju melalui jalur independen. Kedua partai politik (parpol) tersebut membantu Teman Ahok mempercepat pengumpulan sejuta KTP.

Berdasarkan data yang dirilis Teman Ahok perolehan KTP meroket dari 280.877 KTP pada Jumat (25/3) menjadi 304.947 KTP pada Sabtu (26/3), atau meningkat sebanyak 24.070 KTP. Dan yang mengejutkan perolehan KTP tersebut mengalahkan perolehan lima suara partai politik (parpol) peserta Pemilu 2014 di DKI.
Kelima parpol tersebut adalah PKPI yang mendapat 42.217 suara, PBB (60.759 suara), PAN (172.784 (suara), Nasdem (206.117 suara), dan PKB (260.159 suara).

Teman Ahok bertekad melibas enam parpol lain yang perolehan suaranya di atas KTP Ahok-Heru, yakni Hanura (357.006 suara), Partai Demokrat (360.929 suara), Golkar (376.221 suara), PKS (424.400 suara), PPP (452.224 suara), Partai Gerindra (592.568 suara), dan PDI-P (1.231.843 suara).

Teman Ahok menargetkan syarat minimum yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebanyak 532.000 KTP tercapai pada akhir Mei 2016, dan target sejuta KTP terealisir pada akhir Juni 2016.

Ahok beralasan apabila ada KTP yang diverifikasi KPUD DKI dan dianggap tak memenuhi syarat, masih ada stok. Sehingga TemanAhok tetap pada jalur target awal yang sudah disetujui oleh Ahok.
(Freddy Julio – sisidunia.com)