sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Perpustakaan Terbesar Se-Asia Tenggara Diusulkan DPR RI

Perpustakaan Terbesar Se-Asia Tenggara Diusulkan DPR RI



Jakarta – Perpustakaan terbesar se-Asia Tenggara merupakan sebuah program yang dibuat oleh DPR RI. Meskipun banyak penolakan akan program pembangunan, Ketua DPR Ade Komarudin tetap ngotot.

Perpustakaan Terbesar Se-Asia Tenggara Diusulkan DPR RI

Terkait dengan pembangunan perpustakaan terbesar tersebut, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, mengingatkan bahwa Presiden Joko Widodo telah memutuskan soal moratorium pembangunan gedung akhir tahun 2014 lalu.

“Bahwa Presiden pada tahun 2014 telah menyampaikan moratorium untuk seluruh pembangunan gedung. Ini berlaku umumnya. Kecuali untuk pendidikan dan keperluan mendesak yang dianggap penting untuk kepentingan negara,” kata Pramono di Kantornya, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/3).

Pramono menjelaskan, bahwa belum ada putusan atau perintah dari Presiden Jokowi yang diserahkan kepada Seskab yang bertugas untuk menyampaikan ke publik apabila Presiden Jokowi telah memberikan izin untuk pembangunan gedung.

“Izin itu selalu disampaikan Presiden melalui Seskab, Seskab akan mengeluarkan itu kalau sudah ada arahan Presiden. Nah termasuk di dalamnya mengenai apapun yang akan dibangun ini tentunya Seskab akan keluarkan itu kalau sudah ada arahan Presiden,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPR Ade Komarudin tak menggubris pada komentar sejumlah pihak yang tak menyetujui pembangunan perpustakaan DPR. Meskipun penolakan ini muncul kepermukaan, dia tetap bersikukuh dengan usulan tersebut.

“Mau digebukin tiap hari, saya tak ada urusan,” kata Akom di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (29/3).

Menurut Akom, rencana pembangunan perpustakaan DPR merupakan suatu usulan para cendekiawan. Usulan tersebut sudah dipertimbangkan dan dikaji secara matang untuk direalisasikan pembangunannya, meskipun rencana ini mengakibatkan beberapa oknum yang bersuara untuk menolak pembangunan yang dianggap sebagai pencitraan DPR saja ketimbang kepercayaan masyarakat.

Sebab dia yakin, pembangunan perpustakaan DPR akan berdampak positif untuk DPR.

“Saya tak peduli dengan citra itu jika dianggap benar. Bila ada sebagian orang-orang yang memilih citra di atas segalanya saya juga menghargai,” tandasnya.
(Freddy Julio – sisidunia.com)