Home » News » Kasus Pengemis Anak Dibawah Umur Terjadi Lagi Di Jakarta

Kasus Pengemis Anak Dibawah Umur Terjadi Lagi Di Jakarta



Jakarta – Kedapatan lagi kasus tindak orang tua yang menyuruh anaknya untuk bekerja sebagai pengemis. Jumat lalu (25/3/16), tiga anak korban eksploitasi yang dipaksa jadi pengemis berhasil diselamatkan Polres Jakarta Selatan, yang kini berada di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Bambu Apus, Jakarta Timur.

Kasus Pengemis Anak Dibawah Umur Terjadi Lagi Di Jakarta

Tiga anak tersebut berinisial R (7), W (5), dan B yang merupakan bayi berusia 6 bulan.

“Setelah anak berada di RPSA, kami memfokuskan perlindungan dan keamanan pada anak tersebut. Langkah awal kami mengadakan pemeriksaan secara medis terutama pada Bayi yang berinisial B yang masih berusia 6 bulan. Itu dikarenakan kami mendapatkan informasi dari Polres Jakarta Selatan bahwa Bayi (B) ini sejak usia satu bulan hingga usianya 6 bulan orangtuanya sudah memberikan obat penenang. Jadi Kami akan terus melakukan penanganan medis untuk memulihkan kesehatannya,” kata Neneng Heryani, Kepala RPSA Bambu Apus, Jakarta Timur, Selasa (29/3).

Sedikit menambahkan terdapat trauma, cemas takut dan ragu pada tingkah yang diperlihatkan oleh R (7) dan W (5) saat pada hari pertama dibawa ke RPSA.

“Memang keadaan mereka (R dan W) ini awalnya memiliki sedikit ketakutan, trauma, cemas, ragu dan sebagainya. Sehingga perlu ada pendampingan bagi anak tersebut dengan pemberian terapi-terapi salah satunya dengan pemberian terapi psikologis sosial untuk mengembalikan kepercayaan diri anak tersebut,”kata dia.

Kini anak-anak tersebut sudah dapat bersosialisasi dan bermain dengan teman-temannya yang ada di RPSA Bambu Apus Jakarta Timur, setelah selama empat hari berada dalam penanganan RPSA Bambu Apus, Jakarta Timur.

“Beberapa hari Anak itu berada di kita, ternyata empat hari sudah nampak perkembangannya bagus sekali dua anak ini. Mereka (R dan W) sudah tumbuh kepercayaannya dan mulai berbicara dengan teman-teman yang lainnya. Sedangkan anak bayi (B) yang 6 bulan ini memang sudah ditangani perawatan medis, dan keadaannya sedikit mengalami perubahan. Tapi kami akan melakukan perawatan medis lagi, untuk memulihkan total kondisi tubuhnya. karena respon motorik dan fisiknya masih sedikit lemah akibat pengaruh obat penenang yang diberikan orangtuanya,” ucapnya.

Dampak yang sering tampak pada kasus tindak kekerasan pada anak usia dini, salah satunya adalah dari aspek psikologis anak tersebut. Sehingga untuk segi penanganan pun hanya bisa melalui pendekatan psikologis terhadap anak tersebut, untuk mengembalikan kejiwaan yang berubah tersebut.

“Kami terus melakukan pendekatan psikologis mereka. Mereka korban eksploitasi yang seharusnya di usia lagi masa bermain dan sekolah, bukan dibebankan untuk mencari nafkah,” tuturnya.

Ia berharap kasus eksploitasi anak tidak terjadi lagi. Pastinya RPSA Bambu Apus Jakarta Timur akan selalu siap memberikan perlindungan dan keamanan terhadap anak-anak.
(Freddy Julio – sisidunia.com)