Home » News » Simak, Ayah Hasnaeni Moein Disebut Pernah Terlibat Skandal Dengan Sekretaris Pribadinya

Simak, Ayah Hasnaeni Moein Disebut Pernah Terlibat Skandal Dengan Sekretaris Pribadinya



Jakarta – Munculnya sosok perempuan berjuluk wanita emas yaitu Hasnaeni Moein atau yang bernama lengkap Mischa Hasnaeni Moein, sosoknya memang menjadi ‘penyejuk’ diantara perseteruan Ahok, Yusril Izha Mahendra, Ahmad Dhani maupun Sandiaga Uno.

Simak, Ayah Hasnaeni Moein Disebut Pernah Terlibat Skandal Dengan Sekretaris Pribadinya

Dalam keseharian dia juga dikenal sebagai pengusaha dibidang kontraktor dan energi, salah satu perusahaan yang dipimpinnya adalah PT Misi Mulia Metrical.

Meski tidak begitu dikenal di dunia hiburan, nama Hasnaeni Moen juga pernah terlibat dalam dunia sinetron yang pernah dia bintangi berjudul Saras 008 dan Jin dan Jun. Ia sering menggunakan nama Mischa S Moein di dunia sinetron .

Namun yang tak banyak diketahui adalah jika si ‘wanita emas’ ini adalah putri dari Politisi PDI-Perjuangan Max Moein.

Pada 2008 Max Moein sempat menjadi perbincangan luas masyarakat Indonesia. Pasalnya beredarnya foto Max dengan seorang perempuan mirip Desi Firdayanti yang merupakan sekretaris pribadi Max, sudah beredar di mana-mana, baik melalui surat elektronik maupun di telepon seluler.

Waktu itu Max menjabat sebagai anggota DPR RI, Desi menyebut jika Max telah melakukan pelecehan seksual. Kasus skandal yang dialami Max, membuat dia harus dipecat sebagai anggota DPR RI.

Pada Pilkada Jakarta 2012 lalu, saat itu ia gagal menjadi salah satu kandidat calon di Pilkada 2012, ia kemudian memutuskan untuk bertarung di Pemilu Legislatif melalui Partai Demokrat.

Pada Pemilu Legislatif, Hasnaeni menggunakan nama Hj. Hasnaeni, SE. MM dan bertarung dari Dapil DKI Jakarta 2 melalui Partai Demokrat nomor urut 7. Namun kandas lagi, dikarenakan suara yang diraih perempuan kelahiran Makassar ini pada Pemilu Legislatif tak mampu membawa dirinya duduk di Senayan.

Di dunia politik, Hasnaeni tercatat sebagai wakil bendehara Partai Hanura serta Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK). Setelah hengkang dari kedua partai tersebut, kini dirinya berlabuh di Partai Demokrat dan menjabat sebagai pengurus harian DPP partai tersebut.

Sebelum namanya mengemuka pada Pilkada DKI Jakarta 2012, nama Hasnaeni juga pernah mengutarakan niat ingin bertarung di Pilkada Tangerang Selatan pada tahun 2010 berpasangan dengan Saiful Jamil. Namun gagal karena tidak didukung oleh partai politik.

Tak hanya sampai disitu, pada tahun 2011 ia juga pernah mendaftarkan diri sebagai calon Pimpinan KPK. Akan tetapi kembali menuai kegagalan dikarenakan syarat yang ditetapkan oleh Pansel KPK saat itu harus berumur 40 tahun, sedangkan usianya baru menginjak 35 tahun.
(Freddy Julio – sisidunia.com)