sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Kini Pengemis Dijadikan Profesi, Ahok Buat Yayasan Untuk Menampungnya

Kini Pengemis Dijadikan Profesi, Ahok Buat Yayasan Untuk Menampungnya



Jakarta – Perihal tentang bertebarannya para pengemis dan juga pengamen jalanan terutama di jakarta, membuat Ahok mencarikan solusi dari permasalahan tersebut dengan cara membangun panti dan asrama anak untuk menampung kesemuanya.

Kini Pengemis Dijadikan Profesi, Ahok Buat Yayasan Untuk Menampungnya

Diketahui sisi dunia bahwa pada tahun 2016 ini, Ahok sudah memproses pembangunan sekolah asrama berkapasitas 2000 anak. Sehingga anak terlantar tersebut mendapatkan tempat untuk berteduh dan juga mendapatkan pendidikan yang layak.

“Tahun ini kita bangun Yayasan Pondok Karya Pembangunanm, sekolah sekuler tapi seperti pesantren. Bisa menampung 2000 anak. Kita ingin anak-anak mesti sekolah, kalau enggak kan susah”, jelas Ahok.

Yayasan tersebut direncakan oleh Ahok, hanya untuk anak-anak terlantar yang dari umur dininya sudah menjadi pengemis sebagai memenuhi kebutuhan hidupnya tersebut.

Ahok mengatakan, “Kalau ngemis buat makan, saya piara. Masalahnya kan dimanfaatkan ortu, buat HP, nongkrong di mall, ini kan kurang ajar. Kalau cuma mau makan, di Jakarta nggak ada yang ngemis buat makan sebetulnya.”

Tujuan agar Jakarta bebas dan bersih dari para pengemis merupakan impian dari Gubernur DKI Jakarta, Ahok. Akan tetapi, kata Ahok, sering disalah gunakan oleh para orang tua tentang beberapa program pemerintah mengenai para pengemis yang menjadikan sebagai profesi.

Salah satunya program Kartu Jakarta Pintar (KPJ), yang uangnya digunakan oleh para orang tua mereka. “Suka dimanfaatkan orang tua. KPJ aja dimanfaatkan untuk tarik kontan, duit anaknya diambilin. Anaknya tetap nggak pakai sepatu, tas baru. Tapi orang tua belanja. NOngkrong di indomaret, di mall,” Ucap Ahok.
(Freddy Julio – sisidunia.com)Kini Pengemis Dijadikan Profesi, Ahok Buat Yayasan Untuk Menampungnya
Jakarta – Perihal tentang bertebarannya para pengemis dan juga pengamen jalanan terutama di jakarta, membuat Ahok mencarikan solusi dari permasalahan tersebut dengan cara membangun panti dan asrama anak untuk menampung kesemuanya.

Diketahui sisi dunia bahwa pada tahun 2016 ini, Ahok sudah memproses pembangunan sekolah asrama berkapasitas 2000 anak. Sehingga anak terlantar tersebut mendapatkan tempat untuk berteduh dan juga mendapatkan pendidikan yang layak.

“Tahun ini kita bangun Yayasan Pondok Karya Pembangunanm, sekolah sekuler tapi seperti pesantren. Bisa menampung 2000 anak. Kita ingin anak-anak mesti sekolah, kalau enggak kan susah”, jelas Ahok.

Yayasan tersebut direncakan oleh Ahok, hanya untuk anak-anak terlantar yang dari umur dininya sudah menjadi pengemis sebagai memenuhi kebutuhan hidupnya tersebut.

Ahok mengatakan, “Kalau ngemis buat makan, saya piara. Masalahnya kan dimanfaatkan ortu, buat HP, nongkrong di mall, ini kan kurang ajar. Kalau cuma mau makan, di Jakarta nggak ada yang ngemis buat makan sebetulnya.”

Tujuan agar Jakarta bebas dan bersih dari para pengemis merupakan impian dari Gubernur DKI Jakarta, Ahok. Akan tetapi, kata Ahok, sering disalah gunakan oleh para orang tua tentang beberapa program pemerintah mengenai para pengemis yang menjadikan sebagai profesi.

Salah satunya program Kartu Jakarta Pintar (KPJ), yang uangnya digunakan oleh para orang tua mereka. “Suka dimanfaatkan orang tua. KPJ aja dimanfaatkan untuk tarik kontan, duit anaknya diambilin. Anaknya tetap nggak pakai sepatu, tas baru. Tapi orang tua belanja. NOngkrong di indomaret, di mall,” Ucap Ahok.
(Freddy Julio – sisidunia.com)