sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Surabaya Masih Rawan Begal, Polisi Tangkap 5 Pelaku Dibawah Umur

Surabaya Masih Rawan Begal, Polisi Tangkap 5 Pelaku Dibawah Umur



Surabaya – Kasus begal masih terus menghantui masayarakat Surabaya, kini begal sering terjadi di Jalan Kangean, Surabaya, Jawa Timur. Anggota Crime Hunter Polsek Gubeng melakukan cara dengan menyamar menjadi pelaku LGBT (lesbian, gay,biseks, transgender), karena daerah tersebut sering digunakan pelaku LGBT sebagai tempat tongkrongan mereka.

Surabaya Masih Rawan Begal, Polisi Tangkap 5 Pelaku Dibawah Umur

Dari hasil penyamaran tersebut, polisi menangkap lima pelaku. Kapolsek Gubeng Kompol Edo Setyo Kentriko mengatakan pada sisi dunia, “Para petugas yang menyamar dapat menangkap lima tersangka kasus begal pada Minggu dini hari, (27/3/16)sekitar pukul 01.00 WIB di Jalan Kangean, Surabaya”.

Kelima tersangka tersebut di antaranya Galih (27), pengangguran, alamat Jalan Ngagel Kuburan No 36 Surabaya. Kemudian, DRP (16) pelajar SMK Berdikari Kelas I Surabaya, MAA (16) pelajar SMP, NAWP (16) pelajar SMK kelas I Surabaya, dan BRM (14) pemuda putus sekolah warga Jalan Gubeng Airlangga Gang V No 44 D, Surabaya

Kompol Edo menjelaskan kronologi kejadian tersebut berawal dari seringnya kejadian perampasan kendaraan R2 di Jalan Kangean, Surabaya. Kemudian anggota Crime Hunter yang dipimpin oleh Kanit Crime Hunter melakukan penyamaran menjadi kaum gay lokasi tersebut.

“Saat itu tiba-tiba ada 6 pelaku mendatangi anggota Crime Hunter dan memaksa minta uang dan tas yang dibawa oleh anggota serta melakukan pemukulan dan atau pengeroyokan terhadap anggota Crime Hunter dan merampas kendaraan milik anggota,” beber Kompol Edo.

Anggota Crime Hunter akhirnya menangkap 5 pelaku, namun 1 pelaku melarikan diri. Anggota Crime Hunter juga melumpuhkan 2 pelaku karena melawan dan akan melarikan diri.

“Satu pelaku yang masih dibawah umur terkena timah panas di bagian paha dan kaki dan 1 pelaku lagi mengenai kaki sebelah kanan,” kata Kompol Edo.

Kompol Edo menegaskan bahwa hasil dari pengembangan sementara, pelaku mengaku melakukan perampasan motor sebanyak lima kali di tempat kejadian perkara yang sama, yaitu di Jalan Kangean, Surabaya.
(Freddy Julio – sisidunia.com)