sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Tragis Bencana Banjir Padang Bocah Tiga Tahun Terseret Arus Sungai Banjir Kanal

Tragis Bencana Banjir Padang Bocah Tiga Tahun Terseret Arus Sungai Banjir Kanal



Jakarta – Hari ini, Jumat, 25 Maret 2016, merupakan hari keempat hilangnya Genifalco Dyazka, bocah tiga tahun putra anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Barat, Brigadir Polisi Dodi Asrianto.

Tragis Bencana Banjir Padang Bocah Tiga Tahun Terseret Arus Sungai Banjir Kanal

Pencarian sejak hari pertama belum membuahkan hasil. Mulai dari menelusuri arus Sungai Banjir Kanal, baik dengan berjalan kaki ataupun menggunakan perahu karet. Semua rongga dan celukan sungai diperiksa hingga ke hilirnya. Namun, semangat tim pencari tak pernah kendur untuk segera menemuan Falco panggilan akrabnya.

Sementara, di rumah duka, di Jalan Jihad V, Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur masih terpansang tanda ada kemalangan.

Silih berganti sanak saudara, kerabat dekat dan sejumlah anggota Polri rekan sekantor Dodi Asrianto bergantian menanyakan perkembangan pencarian Falco yang dikenal periang.

Hingga hari ini Falco masih terus dicari. Baik itu tim dari Basarnas Padang, Pemadam Kebakaran, BPBD juga TNI dan Polri, serta keluarganya. Bahkan, sejak dua hari terakhir, pencarian juga dilakukan tim selam kesatuan Marinir Lantamal II Teluk Bayur Padang. Sedikitnya 10 orang tim penyelam turut mencari.

Bahkan, pencarian hari ini sudah sampai ke pintu muara Sungai Banjir Kanal, Falco masih belum diketahui keberadaannya. Berulang kali tim selam turun naik muara Pantai Padang di kawasan Danau Cimpago, hasilnya masih nihil.

“Sudah dua hari dengan sekarang kita menurunkan tim selam, meski belum ada tanda-tanda keberadaan korban, tapi kita tetap berusaha semaksimal mungkin,” ujar Kapten (Mar) Rahmat Iskandar, Komandan tim selam Korps Marinir Lantamal II Teluk Bayur, Padang.

Pada pencarian kali ini, terdapat sedikit kendala terutama di pintu muara Pantai Padang ini. Selain air di dasar muara masih keruh, bertemunya arus laut dengan arus Sungai Banjir Kanal membuat penyelam kerepotan untuk menembus derasnya arus bawah muara.

Di sisi lain, sejumlah personel Brimob Polda Sumbar dan Basarnas Padang terus mengitari pesisir Pantai Padang menjaga kemungkinan tubuh mungil Genyfalco Diaska dihempas ombak ke bibir pantai.

Sementara Brigadir Polisi Dodi Asrianto, Ayah Falco ini, berusaha menutupi kesedihannya yang teramat dalam. Sedangkan sang istri, Ellya Rahman (27), tak kuat mengikuti pencarian dan terpaksa menunggu di rumah, sembari terus menghubungi suami menanyakan perkembangan pencarian.

“Falco anak yang periang, bahkan meski baru berumur tiga tahun tapi bicaranya sudah lancar. Bahkan sehari-hari dia suka bermain dengan anak SD di sekitar rumah saya,” kata Dodi.

Menurut Dodi, meski pintar dan cerdas tapi Falco selama ini diketahui sangat takut dengan air. “Bahkan dia sendiri takut dengan air, sehingga tak jarang ibunya harus membujuk Falco agar mau mandi,” kata Dodi dengan mata berkaca kaca.

Sebelumnya firasat mama berbaju putih tentang kepergian Genyfalco Diasca mungkin sudah digariskan Yang Maha Kuasa. Namun pertanda yang tak pernah diusik oleh orangtua korban dilalui jelang Falco diseret arus Sungai Banjir Kanal. Seminggu sebelum kejadian, Falco selalu menyuruh Ellya Rahman berpakaian serba putih.

“Falco selalu nyinyir menyuruh istri saya berpakaian putih putih. Katanya, ‘mama cantik pakai baju putih’,” ujar Dodi mengenang omongan anaknya itu.

Bahkan, Dodi sempat heran ketika seminggu terakhir sebelum kejadian, Falco selalu minta dipeluk ayahnya.

“Setiap saya pulang dari kantor, Falco selalu minta dipeluk, bahkan meminta saya memandikannya, Padahal sebelumnya jarang itu terjadi, karena yang selalu memandikan adalah istri saya,” kata Dodi yang berdinas di Mapolda Sumbar sejak 2015 lalu.

Meski dua hal itu dianggap sesuatu yang janggal, tapi siapa yang tahu dengan rencana tuhan terhadap bocah periang itu.
(Freddy Julio – sisidunia.com)