sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Tukang Ojek Kecewa Tidak Mendapat Ongkos Yang Sepantasnya Dari Wanita Emas

Tukang Ojek Kecewa Tidak Mendapat Ongkos Yang Sepantasnya Dari Wanita Emas



Jakarta – Pada awal aksi blusukan-nya Hasnaeni Moein yang sedang berkeliling di Pasar Tanah Abang pada Rabu (23/3/16), dia singgah di pos polisi dekat Blok B Pasar Tanah Abang. Seperti yang diketahui bahwa dia mempunyai keinginan menjadi calon gubernur DKI Jakarta 2017.

Tukang Ojek Kecewa Tidak Mendapat Ongkos Yang Sepantasnya Dari Wanita Emas

Sebelumnya, Hasnaeni mengawali hari blusukannya dengan memanfaatkan jasa ojek untuk menuju ke Blok G Tanah Abang.

“Saya mau naik ojek, yah, nanti TV mau ikutin,” ujar wanita yang akrab disapa “Wanita Emas” ini kepada relawannya.

Ada 15 tukang ojek yang akhirnya mengantar Hasnaeni ke Blok G, saat Dia melambaikan tangan ke pangkalan ojek yang berada tidak jauh dari pos.

Setelah tiba di Blok G, saat Hasnaeni pergi untuk bertemu langsung dengan para warga, tampak salah satu stafnya tampak mengurus pembayaran ongkos ojek itu.

Namun, ternyata urusan pembayaran itu belum tuntas. Tidak berselang lama, saat Hasnaeni sedang berkeliling terdengar panggilan tertuju padanya oleh salah seorang tukang ojek.

“Bu, bayar ojek, Bu. Kasihan pelanggan saya yang lain telantar nih, Bu,” ujar salah seorang tukang ojek, Ujang.

Namun, Hasnaeni seolah tidak mendengar teriakan itu. Dia lanjut meladeni warga yang mendekatinya.

Kepada sisi dunia, Ujang mengatakan bahwa tim Hasnaeni belum membayar ojeknya. Sebab, mereka belum sepakat dengan masalah harga.

“Masa kami mau dikasih Rp 15.000 satu motor. Dia kan katanya calon gubernur. Kalau kampanye, duitnya banyak, dong,” ujar Ujang.

Ketika ditanya berapa ongkos yang dia mau, Ujang berkata, mereka seharusnya diberi uang Rp 50.000 per orang.

“Sepantesnya calon gubernur-lah. Rp 50.000, kek,” ujar dia.

Tidak lama kemudian, 15 tukang ojek tadi didekati oleh staf Hasnaeni. Tidak lama kemudian, para tukang ojek diberi beberapa lembar uang Rp 50.000.

“Akhirnya dikasih Rp 30.000 doang satu motor. Ya udahlah daripada enggak dibayar sama sekali,” ujar Ujang.
(Freddy Julio – sisidunia.com)