Home » Hiburan » Keluh Kesah Istri Seorang Supir Taksi, Satu Ungkapan ‘Menderita’

Keluh Kesah Istri Seorang Supir Taksi, Satu Ungkapan ‘Menderita’



Jakarta – Perihal demo ribuan supir taksi konvensional yang bertujuan untuk mendesak pemerintah memblokir taksi berbasis aplikasi karena berdalih mata pencaharian mereka menurun sejak adanya taksi berbasis aplikasi tersebut. Awal mulanya merupakan perbedaan tarif antara taksi konvensional dengan taksi berbasis aplikasi memicu shifting konsumen.

Keluh Kesah Istri Seorang Supir Taksi, Satu Ungkapan 'Menderita'

Dilain sisi permasalahan yang dialami oleh sopir taksi konvensional tersebut adalah tingginya setoran ke perusahaan yang membuat para pengemudi menjerit. Meskipun, tidak semua pengemudi taksi konvensional merasa “terpukul” dengan kehadiran transportasi berbasis aplikasi semacam Grab Car, Uber, atau Go-Jek.

Hal itu dituturkan pemilik akun Facebook, Re Na Ta pada tulisan yang di-posting, Selasa (22/3) siang. Pemilik akun menilai dari sudut pandang pribadi sendiri, ia membeberkan kehadiran layanan transportasi berbasis aplikasi dan pengaruhnya bagi ekonomi keluarganya.

Keluh Kesah Istri Seorang Supir Taksi, Satu Ungkapan 'Menderita'

“Jujur, ada grab atau uber atau ga ada sm skl penghasilan suami saya tdk bisa mengcover kebutuhan kami. Lehernya dicekik perusahaan yg memberikan komisi dan insentif yg sangat memprihatinkan. Skrg ini kalau argonya 500rb dia hanya dpt 50rb. 50rb itu dia habiskan di jln utk makan. Jd tdk plg bawa uang. Pdhl mendapatkan 500rb itu skrg luar biasa susahnya,” tulis Re Na Ta, yang bersuamikan pengemudi taksi Blue Bird Group.

Disebutkan mengenai kondisi keluarganya, suaminya hanya sopir taksi, sedangkan Re Na Ta tidak bekerja. Kondisi ini makin mempersulit ekonomi keluarganya. Kendati merasa kesulitan, suaminya tidak ikut dalam aksi unjuk rasa pada Selasa kemarin, yang berujung bentrok dengan pengemudi Go-Jek.

“Dia paham betul bhw dia tdk akan mendptkan apa2 dr demo. Dia hanya supir. Tugasnya hanya menyetir, dia tdk pd area pengambil keputusan ataupun mau diperalat perusahaan utk kepentingan perusahaan,” sambungnya.

“Sesungguhnya dia sdh paham bhw demo ini tdk memenangkan mrk.”, imbuh Re Na Ta.

Re Na Ta menyimpan impian akan pekerjaan yang digeluti suaminya ini hanya sementara sambil menunggu pekerjaan baru yang lebih baik.
(Freddy Julio – sisidunia.com)