Home » Sport » Jokowi Ingin Benahi Proyek Hambalang Yang Habiskan Anggaran Rp 2,7 Triliun

Jokowi Ingin Benahi Proyek Hambalang Yang Habiskan Anggaran Rp 2,7 Triliun



Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan prihatin menyaksikan proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang telah menghabiskan uang negara mencapai 2,7 triliun tersebut dibiarkan terbengkalai dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan bangsa, sedangkan bangunan tersebut adalah aset negara yang harus diselamatkan.

Jokowi Ingin Benahi Proyek Hambalang Yang Habiskan Anggaran Rp 2,7 Triliun

“Tetapi sekali lagi, yang paling penting adalah penyelamatan aset negara. Kuncinya di situ, arahnya ke sana,” kata presiden saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/3).

Presiden mengatakan pada Rabu (16/3), Menpora Imam Nahrawi telah melaporkan kepadanya tentang kondisi sebenarnya dari proyek pembangunan sarana olahraga itu, setelah terlebih dahulu meninjau lokasi.

“Saya melihat dan mengecek langsung untuk melihat kondisi riilnya seperti apa. Karena apa pun, ini sudah menghabiskan anggaran triliunan rupiah yang perlu keputusan, apakah dilanjutkan atau tidak,” katanya.

Kondisi bangunan proyek itu sangat tidak layak untuk digunakan sebagai pusat kegiatan olahraga nasional. Bangunan yang seharusnya menggunakan besi ukuran besar, setelah dicek ternyata sebaliknya. Selain itu, fondasi bangunan yang semestinya berkuran 3 meter, yang terpasang hanya ukuran 1 meter.

“Nah, ini yang akan kita cek semua,” kata presiden.

Proyek Hambalang bermula pada Oktober 2009. Kempora melanjutkan dan menyempurnakan pembangunan proyek tersebut serta mengimplementasikan UU Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Saat itu, Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kempora) menilai perlu dibangun Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional.

Pada 30 Desember 2010, terbit Keputusan Bupati Bogor nomor 641/003.21.00910/BPT 2010 tentang izin mendirikan bangunan (IMB) untuk Pusat Pembinaan dan Pengembangan Prestasi Olahraga Nasional atas nama Kempora di Hambalang. Setelah IMB terbit, proyek tersebut dikerjakan mulai 2010. Saat itu, direncanakan selesai pada 2012. Namun sampai saat ini, proyek itu tidak kunjung selesai dan terbengkalai. Wilayah itu menjadi sepi.

Proyek pembangunan yang menelan anggaran Rp 2,7 triliun itu kini terbengkalai. Proyek tersebut telah menjerat menpora pada era Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II Andi Mallarangeng sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan divonis empat tahun penjara.
(Freddy Julio – sisidunia.com)