sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Techno » Rachmawati Soekarnoputri Sindir Cara Penanganan Kasus Teroris Di Indonesia

Rachmawati Soekarnoputri Sindir Cara Penanganan Kasus Teroris Di Indonesia



Jakarta – Teror saat ini identik dengan namanya perang, senjata dan islam. Sebenarnya permasalahannya, saling berebut sumberdaya alam sehingga timbul sebuah persaingan antara negara kapitalis dan perusahaan multinasional. Dengan permasalahan tersebut, dalam penanganan kasus teroris tidak akan efektif selama tidak menyentuh akar persoalan yang melahirkan terorisme.

Rachmawati Soekarnoputri Sindir Cara Penanganan Kasus Teroris Di Indonesia

Pada saat gala dinner Asia-Africa Youth Conference di kediaman tokoh nasional Rachmawati Soekarnoputri, Jalan Jatipadang Raya, Jakarta Selatan, Selasa (15/3), menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan.

“Menemukan titik awal permasalahan yang telah melahirkan terorisme merupakan cara untuk menangkal terorisme itu sendiri ,” jelas mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden pada Konferensi Pemuda Asia-Afrika yang diselenggarakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Pesertanya sekitar 100 mahasiswa dari 52 negara.

“Sementara tujuannya adalah menghancurkan Islam secara sistematis,” tambah putri Bung Karno ini. Rachma juga mengingatkan, terorisme saat ini yang dikenal luas dipermukaan bumi merupakan hasil dari perang dengan menggunakan kaki tangan atau proxy war.

Menghancurkan Islam dan memporakporandakan kehidupan Muslim dilakukan oleh aktor-aktor kapitalisme global untuk memperkuat hegemoni mereka di negeri-negeri Muslim.

“Dalam buku Clash of Civilization ilmuwan sosial, Samuel Huntington menuliskan bahwa dia telah menemukan sebuah justifikasi dari skenario ini,” ujar Rachma lagi.

Siapapun yang melakukan perlawan terhadap eksploitasi dan hegemoni yang menghasilkan ketidakadilan, ketimpangan dan penderitaan ini akan diberi cap sebagai teroris.

“Sebagai umat Muslim, kita tahu bahwa Islam adalah agama yang tidak pernah mengajarkan kekerasan, melainkan agama yang mengajarkan kasih sayang,” demikian Rachma.
(Freddy Julio – sisidunia.com)