Home » News » Fadli Zon Dukung Revisi UU Pilkada Untuk Calon Independen

Fadli Zon Dukung Revisi UU Pilkada Untuk Calon Independen



JAKARTA – Dalam rencana revisi UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pilkada muncul usulan untuk meningkatkan syarat dukungan bagi calon independen.

Fadli Zon Dukung Revisi UU Pilkada Untuk Calon Independen

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, menilai dengan alasan yang ada, yaitu proporsionalitas, maka peningkatan syarat calon independen itu sah-sah saja. Usulan ini muncul sebagai bentuk keberimbangan atau keadilan antara calon yang diusulkan oleh partai politik dengan calon independen.

”Kalau ada wacana, sekarang ini suatu revisi, dengan meningkatkan syarat independen, dengan alasan proporsionalitas, saya kira sah-sah saja,” ujar Fadli kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (16/3/16).

Menurut Fadli, sering ditemui kendala pada saat perlengkapan persyaratan. Meskipun, dari kedua jalur pencalonan, baik berasal dari partai politik maupun independen sudah memiliki kesulitan tersendiri. Jika di jalur parpol harus melalui mekanisme di internal partai yang cukup panjang, sementara di jalur independen, usaha yang dilakukan juga berat lantaran dilakukan secara individual.

Kendati begitu, Fadli mengingatkan, semangat yang ada pada jalur independen adalah memberi ruang bagi individu untuk bisa maju ke dalam pemilihan kepala daerah. Sehingga apabila terdapat kenaikan syarat calon independen, hal tersebut tidak bisa dilakukan jika nantinya sangat memberatkan calon.

“Jangan sampai membuat syarat, tapi orang tidak ada yang sanggup. Percuma, jadi mending dihapus saja syarat itu,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Fadli menilai, Mengacu pada ketentuan perundang-undangan, terutama berdasar putusan MA, syarat dukungan KTP bagi calon independen adalah sebesar 6,5 hingga 10 persen dari jumlah pemilih Pemilu sebelumnya. Jadi persyaratan calon independen yang maju pada saat ini masih memungkinkan. Sementara dukungan calon dari parpol naik menjadi 20 persen dari jumlah suara.

Fadli menegaskan sebelumnya, usulan ini masih sebatas wacana dan masih memerlukan pembahasan yang lebih mendalam. Dalam usulan tersebut, ada dua model yang ditawarkan, yaitu syarat dukungan calon independen adalah 10-15 persen dan yang kedua 15-20 persen dari data pemilih tetap.

”Kan dinamika ini belum selesai, nanti kami lihat sejauh mana. Bagaimana bisa diakomodasi dalam dinamika politik yang akan terjadi,” tuturnya.

(Freddy Julio – sisidunia.com