Home » News » Cabe-Cabean Identik PSK Berstatus Pelajar

Cabe-Cabean Identik PSK Berstatus Pelajar



Jakarta – Kabar tentang ditangkapnya anak dibawah umur disalah satu warung kopi di Jagakarsa kemarin (14/3/16). Ditanggapi tegas oleh Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan, Nasrudin PSK pelajar SMP dan SMA asuhan mucikari Torik Sulistiyo (50) akan dipecat dari sekolah.

Cabe-Cabean Identik PSK Berstatus Pelajar

“Saya akan tindak lanjuti kebenaran informasi ini. Kalau terbukti (ada PSK pelajar) akan dikeluarkan dari sekolah,” tegas Nasrudin.

“Jika ada pelajar melakukan penyimpangan akan dikeluarkan dari sekolah, karena Dinas Pendidikan DKI Jakarta memiliki tujuh target operasional. Salah satunya adalah program stop perilaku menyimpang pelajar.”, tambahnya.

Menurut Nasrudin, pihak sekolah harus bertanggung jawab atas maraknya prostitusi di kalangan pelajar SMP dan SMA. Karena dinilai lalai dalam memberikan pengetahuan dan juga pengawasan akan siswa siswinya.

“Sekolah harus memberikan pembinaan karakter terhadap pelajar. Guru harus mendidik bukan hanya saat jam sekolah. Di luar kelas juga tanggung jawab sekolah,” tandas Nasrudin.

Prostitusi di kedai kopi milik Torik berhasil dibongkar polisi beberapa waktu lalu. Dengan dihargai Rp300 ribu sampai Rp400 ribu, mucikari Torik menjual PSK pelajar tersebut kepada pria hidung belang.

Tarif tersebut dibagi dua antara Torik dan PSK Cabe-cabean. Sebanyak 50 persen untuk Torik dan 50 persen lagi untuk PSK cabean-cabean. Tapi terkadang, Torik mengambil hasil lebih dengan alasan biaya operasional.

Ada 15 cabean-cabean yang dijajakan Torik di kedai kopi. Torik juga menyiapkan kondom di tempat tersebut. Bahkan, kedai kopi milik Torik juga diduga menjadi tempat transaksi narkoba dan lokasi aborsi.

“Korbannya ya itu ada 15, sudah dibawa ke PPT untuk diberikan pemeriksaan psikologis,” ujar Kanit Reskrim Polsek Jagakarsa, AKP Hari Subeno.
(Freddy Julio – sisidunia.com)