Home » News » SBY Mencari Sosok Yang Bisa Menjadi Penantang Bagi Jokowi Di 2019

SBY Mencari Sosok Yang Bisa Menjadi Penantang Bagi Jokowi Di 2019



Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memastikan tidak akan kembali nyapres, akan tetapi Ketum PD ini sudah mulai mencari sosok yang bisa menyaingi Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019.

SBY Mencari Sosok Yang Bisa Menjadi Penantang Bagi Jokowi Di 2019

“Kita jalan beberapa hari ini sudah ada yang khawatir. Ini ngapain SBY jangan-jangan mau maju lagi jadi Presiden,” ungkap SBY di sela-sela perjalanan Tour de Java di Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (11/3/2016) malam.

“Sampai saya katakan how many times I told you bahwa saya sudah selesai, sudah 10 tahun jadi ada yang curiga kalau teman-teman saat lihat saya ketemu rakyat tahu kan,” kata SBY.

Dalam beberapa kesempatan saat berinteraksi dengan masyarakat selama Tour de Java, memang ada satu atau dua warga yang memanggil SBY dengan sebutan Presiden. Atau memintanya kembali menjabat sebagai pemimpin negara. Ternyata SBY juga mencari sosok yang tepat untuk dibawa Demokrat menuju RI satu.

“Ya kalian tahu kan, mereka ‘pak jadi presiden’ (saya jawab) sudah bu. (Dijawab lagi) lagi pak. (Saya) malah dimarahi. Akhirnya (saya katakan) bu, kita cari yuk capres lain. Nanti biar berkompetisi dengan pak Jokowi,” ucap suami dari Ani Yudhoyono itu.

“Nanti terserah rakyat, lalu Tuhan memilih siapa. Nah tugas saya mempersiapkan seseorang tersebut. Tapi bukan saya. (Kalau ditanya) siapa pak? Nanti istikharoh dulu,” imbuh SBY sambil tersenyum simpul.

Sebenarnya banyak yang meminta SBY untuk menjadi Presiden lagi, tapi tentunya tidak bisa dikarenakan terbentur undang-undang. Meskipun baik dari cabang hingga pusat Partai Demokrat juga meminta SBY untuk maju nyalon Presiden, ungkap Sekjen PD Hinca Panjaitan.

“Semua meminta beliau (SBY), karena itu kita carikan yang terbaik. Tapi kita tidak menutup ini tidak boleh dan ini boleh. Kita tampung dulu semua inginnya masyarakat. Pada waktunya kita akan umumkan,” jelas Hinca di lokasi yang sama, Sabtu (12/3/2016).

“Di dalam pertemuan-pertemuan elite partai, menu utama selalu membahas tentang permintaan teman-teman agar SBY menjadi presiden lagi akan tetapi kembali pada UU,” tambahnya.

Ia menggunakan kesempatan tour de Java untuk mendapatkan masukan-masukan, khususnya dari tingkat DPC, dikarenakan Hinca mendapat tugas khusus untuk mencari sosok-sosok yang dianggap berpotensi untuk bisa diusung dalam Pilpres mendatang.

“Saya termasuk orang yang setiap hari merekam, mencari dan melaporkan. Untuk mencari orang yang match, mature, usianya pas. Maka keliling-keliling itu. Nama-namanya? Biar kami pilih. Mungkin akan ada beberapa kejutan ketika kami umumkan sejumlah nama,” terang Wakil Ketua PSSI tersebut.

Mengenai penjaringan dengan cara konvensi tidak akan dilakukan PD lagi mengingat pada 2019 nanti Pileg dan Pilpres akan diselenggarakan secara serentak.

Hinca mengatakan bahwa penjaringan melalui cara konvensi merupakan pelajaran berharga bagi demokrasi dan PD tidak menyesal melakukannya, tapi karena besok Pileg dan Pilpres serentak jadi satu maka cara tersebut dianggap sudah tidak pas lagi. Maka dari itu melalui Tour de Java inilah jadi salah satu cara dalam proses penjaringan.

Esok pagi SBY akan kembali lagi ke Yogyakarta untuk melanjutkan safari. Untuk hari ini acara Tour De Java berhenti untuk sementara. Pasalnya SBY dan Ibu Ani harus kembali ke Jakarta melalui DIY karena ada suatu urusan.
(Freddy Julio – sisidunia.com)