sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Risma Memohon Kepada Megawati Agar Tidak Diusung Ke Pilgub DKI 2017

Risma Memohon Kepada Megawati Agar Tidak Diusung Ke Pilgub DKI 2017



Jakarta – PDIP Surabaya membenarkan bahwa salah satu kandidat yang di ikutkan dalam Pilgub DKI Jakarta adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, namun Risma dikabarnya belum tertarik perihal diusungnya dia pada Pilgub DKI Jakarta mendatang. Risma merasa dilema antara kecintaannya pada Surabaya dengan ‘panggilan’ ke Pilgub DKI?

Risma Memohon Kepada Megawati Agar Tidak Diusung Ke Pilgub DKI 2017

Ketua PDIP Surabaya yang juga Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengungkap bahwa, Risma tak menghendaki ditugaskan di Pilgub DKI karena masih ingin fokus mengurus Surabaya. Akan tetapi beliau merupakan salah satu kandidat yang diperhitungkan untuk menjadi penantang Ahok.

“Sejauh ini Bu Risma sudah menghadap ke Bu Mega memohon agar tidak ditugaskan ke DKI karena masih berat untuk menyelesaikan di Surabaya (amanah), kita lihat saja,” kata Ketua PDIP Surabaya Whisnu Sakti Buana pada wartawan di Balai Kota Surabaya, Kamis (10/3/2016) kemarin.

Whisnu meyakinkan, jika Risma menerima perintah tersebut, maka warga Surabaya akan merasa berat hati untuk melepasnya. Seperti anak yang membutuhkan ibunya. Begitu juga dengan Risma sendiri, saat ini Risma hanya ingin fokus dalam menyelesaikan tugasnya di Surabaya. Bukti kecintaan warga Surabaya pada Risma, terjadi pada Pilkada tahun 2015 lalu, Risma dinyatakan menang telak dari para penantangnya saat itu tanpa money politics.

“meskipun blum ada permintaan dari DPP, Risma merupakan sosok yang digandoli oleh warga Surabaya dan Saya.” kata Whisnu.

Ada istilah kurang enak di PDIP tapi sulit untuk dielakkan yakni ‘petugas partai’, sedangkan Risma merupakan salah satu Kader PDIP. “DPP partai dalam kapasitas memerintah. Kalau bahasanya merintah siapa yang bisa menolak, karena aturannya begitu,” tambah Whisnu.

“Tapi bagi kader, kalau sudah rekomendasi ya harus dijalankan,” tegasnya.

Lalu apakah Risma akan bertahan di Surabaya atau benar-benar ditugaskan melawan Ahok di Pilgub DKI?
(Freddy Julio – sisidunia.com)