Home » Hiburan » Jadi Mualaf, 4 Wanita Di Musuhi Anti-Muslim

Jadi Mualaf, 4 Wanita Di Musuhi Anti-Muslim



JAKARTA โ€“ 4 wanita jadi Mualaf, dilansir dari media massa setempat, kamis (10/3/16), sejak memutuskan untuk pindah rumah ibadah, ke empat wanita ini harus menghadapi banyak rintangan. Aamilah Vilchez, Mariana Aguilera, Shailie Nieves, dan Zainab Ismail, mereka adalah keempat wanita berdarah latin yang menjadi Mualaf.

Jadi Mualaf, 4 Wanita Di Musuhi Anti-Muslim

Menurut wawancara dengan keempat wanita Mualaf tersebut, mereka membagikan pengalaman mereka sejak memutuskan untuk pindah ke Islam. Sebenarnya mereka tidak mengetahui tentang apa itu Islam dan bagaimana cara beribadahnya, tidak berhenti disitu saja keempat wanita ini harus menghadapi pemikiran negatif dari Anti-Muslim di Negara Latin.

Berkesempatan berbincang dengan keempat mualaf tersebut pada saat proyek video kampanye Vivala.com. Vilchez dan tiga muslimah lainnya berbagi seluruh pengalaman kehidupan mereka sejak menjadi muslimah. Mereka menegaskan tidak ada yang memaksa mereka mengenakan hijab dan mengedukasi orang-orang dengan Islamofobia yang membuat mereka merasa tertekan.

“Pada satu hari, ada dua pria berkulit putih dari bagian produksi yang datang pada saya, dan di hadapan saya ia memanggil saya seorang teroris,” cerita Aguilera, Muslimah keturunan Meksiko, dalam pembuka video kampanye tersebut.

Nieves, menceritakan hal yang sama dengan pengalaman Aguilera. Pada saat Muslimah asal Puerto Rico ini dan ibuntya hijrah menjadi muslim, sekitar setahun setelah terjadi peristiwa runtuhnya menara kembar World Trade Center pada tanggal 11 September 2001. Pada saat Nieves dengan keluarga tengah berjalan-jalan dengan mengenakan hijab, cewek ini menghadapi langsung serangan Islamofobia.

“Sebuah mobil jip lewat, ada empat pria di dalamnya dan mereka berteriak ‘kembali ke negara kalian, kembali ke Iraq’ lalu melemparkan botol bir ke arah saya,” tuturnya.

Januari lalu, Pusat Riset Pew mengestimasi sekitar 3,3 juta Muslim tinggal di Amerika Serikat pada 2015 dan riset lainnya memperkirakan 4 persen Muslim di Amerika berdarah Latin. Termasuk keempat Muslim latin tersebut merupakan bagian dari meningkatnya jumlah penduduk selatan Amerika yang mulai memeluk Islam.
(Freddy Julio โ€“ sisidunia.com)