sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Jaringan Suka Haji Lulung Muncul Sebagai Penantang Teman Ahok

Jaringan Suka Haji Lulung Muncul Sebagai Penantang Teman Ahok



Jakarta – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Lulung menjelaskan kepada media perihal Pilkada DKI 2017, bahwa Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sudah tengah mempersiapkan untuk ikut dalam pesta demokrasi rakyat tersebut. Namun Lulung sedikit khawatir tentang partainya yang tak bisa ikut.

Jaringan Suka Haji Lulung Muncul Sebagai Penantang Teman Ahok

Kekhawatiran yang dirasakan oleh Lulung itu berdasarkan tentang Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly telah menghidupkan kembali kepengurusan DPP PPP hasil Muktamar Bandung. Ungkap Lulung pada sisi dunia di ruangannya di Jakarta, Selasa (8/3/16), “Partai saya dizalimi,”.

“Penertiban surat keputusan (SK) Menhumkam untuk PPP saya rasa itu salah satu cara untuk mengebiri partai saya”, ungkap Lulung, salah satu bagian dari kubu Djan Faridz, pengurus DPP hasil Muktamar Jakarta. Konspirasi tersebut berdampak pada proses pencalonan dirinya di Pilkada DKI esok.

Membentuk relawan
Lulung menyampaikan dia akan mengambil jalan mencari relawan seperti halnya Ahok mempunyai relawan pada Pilkada DKI yang lalu, dengan begitu Lulung akan memilih sebagai mana apabila pada Pilkada mendatang kubu Djan Faridz tak bisa ikut berpartisipasi atau tidak mempunyai partai yang mendukungnya lain kata secara independen. Lulung juga membentuk Jaringan Suka Haji Lulung (JSHL) yang merupakan singkatan relawan miliknya nanti.

Nominal yang sudah ditentukan dalam peraturan Pilkada harus berjumlah minimal 600.000 copy KTP, sebagai jalan untuk maju menuju DKI 1 melalui jalur independen. Tak berbeda jauh dengan relawan Ahok, relawan Lulung pun bertugas untuk mengumpulkan salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP) warga DKI Jakarta dengan tenggang waktu hingga bulan Juni.

Saat ini dia bersama JSHL sudah bergerak. Salah satunya diadakan acara pertemuan dengan tokoh ulama, PPP, masyarakat Betawi, dan organisasi masyarakat lainnya untuk mendukung dirinya.

“Saya akan maju di jalur independen kalau PPP tak bisa ikut pilkada,” kata Lulung.

Lambang perlawanan
“Saya adalah lambang perlawanan,” kata Lulung, klaim dirinya sebagai lambing perlawanan yang bertujuan untuk mengkritik segala bentuk penyelenggaraan pemerintahan di DKI Jakarta saat ini, sekaligus mengkritik kinerja Ahok selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Dari kritik yang dibangunnya tersebut, ia gunakan sebagai bahan perbaikan kota DKI Jakarta nantinya setelah ia memenangkan Pilkada tersebut. Dia juga berbicara akan konsisten dengan apa yang ia janjikan, agar partai politik akan meliriknya. Jika tidak ada partai yang meliriknya, ia menggunakan rencana yang kedua yaitu melalui jalur independen.

Haji lulung menambahkan, “Kalau hari ini pilkada, belum lagi ada calon. Calonnya cuma dua, Haji Lulung dan Ahok. Yang tidak memilih Ahok pasti memilih Haji Lulung, yang tidak memilih Haji Lulung pasti memilih Ahok. Itu pasti dimenangkan oleh Haji Lulung,”.
(Freddy Julio – sisidunia.com)