sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Wanita Emas Mengatakan Bahwa Jakarta Harus Dipimpin Oleh Wanita

Wanita Emas Mengatakan Bahwa Jakarta Harus Dipimpin Oleh Wanita



Jakarta – Satu lagi lawan Ahok selain Ahmad Dhani yang baru-baru ini mengomentari Ahok dengan kinerjanya, Mischa Hasnaeni Moein, Politikus Partai Demokrat yang menjuluki diri wanita emas.

Wanita Emas Mengatakan Bahwa Jakarta Harus Dipimpin Oleh Wanita

Mischa mengaku siap bertanding melawan Ahok dalam pemilihan Cagub DKI Jakarta 2017 dan wanita ini yakin Jakarta akan semakin baik jika dipimpin oleh dirinya.

Menurut hasil wawancara dengan Hasnaeni di Jakarta, Minggu (6/3/16), “Saya yakin kedepan Jakarta akan menjadi lebih baik lagi jika dipimpin oleh perempuan seperti saya. Kalau Jakarta dipimpin perempuan, pasti kalian menganggap kadang dikesampingkan, tidak cerdas. Tapi saya tidak seperti itu, saya punya ketegasan dan hati, tanpa harus ada kekerasan,”.

Tidak berbeda dengan Ahmad Dhani, Hasnaeni pun mengkritik kinerja Ahok selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Kalau saya sih melihat Pak Ahok itu orangnya tempramental. Masyarakat tidak butuh orang yang penuh kekerasan, mereka perlu ketegasan yang tidak perlu dengan marah-marahi masyarakat, yang mengatakan masyarakat maling, marahi staf di depan media. Masyarakat tak butuh itu,” umpatnya.

“Katanya sih dia rajin blusukan, tapi itu ke pesta kawinan. Masyarakat tak butuh dihadiri mungkin pesta perkawinan, namun bagaimana masyarakat butuh sentuhan ketika persoalan-persoalan yang ada yang mereka rasakan,” ujarnya.

Dirinya menyayangkan aktivitas Ahok yang lebih sering datang ke pesta pernikahan daripada blusukan ke masyarakat khususnya menengah ke bawah.

Hasnaeni menambahkan tentang penggusuran tempat tinggal masayarakat yang notabene tempat pengganti terlalu jauh dari tempat aktivitas umum seperti sekolahan, tempat kerja, maupun tempat dagangan mereka. Seharusnya tidak boleh melakukan hal tersebut, karena sama saja merugikan masyarakat kalangan bawah.

“Ke depan saya tidak akan pernah menggusur masyarakat DKI walaupun itu tanah pemda sendiri, saya akan membangun namanya rumah vertikal untuk mereka di sana. Saya juga akan buat KTT JITU agar masyarakat bisa bersekolah sampai ke perguruan tinggi. Untuk apa? Agar pola pikir mereka berubah,” tutupnya pada sisi dunia.
(Freddy Julio – sisidunia.com)