sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Tanyakan Gajinya Yang Belum Dibayar, Guru Honorer Ini Malah Dipecat

Tanyakan Gajinya Yang Belum Dibayar, Guru Honorer Ini Malah Dipecat



Kupang – Naas nasib guru honorer Adi Meliyati Tameno (Yati), ia tidak pernah menduga rasa penasarannya berakibat pemecatan. Bu guru kelas 1 dan 2 SDN Oefafi, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, NTT ini dipecat.

Tanyakan Gajinya Yang Belum Dibayar, Guru Honorer Ini Malah Dipecat

Kepala sekolahnya pun melaporkan ke polisi setelah mengirim SMS kepada bendahara sekolahan. Padahal Yati hanya menanyakan gajinya yang sebesar 250 ribu / bulan, belum di bayar selama 3 bulan terakhir.

Sudah tujuh tahun Yati mengabdi sebagai guru di sekolahan tersebut. Sebelumnya dia tidak ada masalah dengan gaji, dia selalu menerima rekab per tiga bulan. Namun sejak pergantian kepala sekolah dari yang menjabat sebelumnya kepada Daniel Oktovianus Sinlae, gajinya mulai dipermainkan.

“Setelah saya SMS menanyakan soal gaji saya ke bendahara sekolah, keesokan harinya kepala sekolah langsung datang dan marah-marah dan langsung memecat saya tanpa ada melalui rapat atau surat tertulis,” tutur Yati kepada sisi dunia, Sabtu (5/3/16).

Pemecatan dilakukan pun TANPA surat keputusan. Padahal sebelumnya Yati diangkat sebagai tenaga honorer komite sekolah dengan surat keputusan kontrak oleh dinas terkait, dan selalu diperpanjang setiap tahunnya.

Hanya bisa pasrah dan menangis, itu yang dirasakan Yati terhadap perlakuan sang kepala sekolah yang sudah memecat dan memisahkan beliau dengan anak didiknya yang pasti terlantar dan tak terurus.

“Saya mengajar di sekolah itu dari tahun 2009. Ada teman guru yang datang ajak kembali sekolah karena kasihan anak-anak, tapi saya takut kepala sekolah. Niat saya untuk kembali mengajar besar sekali,” kata Yati bercerita sambil mengusap air matanya.
(Freddy Julio – sisidunia.com)