Home » News » Didominasi Wajah Baru, PSK Kini Pasang Tarif Rp 500 Ribu

Didominasi Wajah Baru, PSK Kini Pasang Tarif Rp 500 Ribu



Pekalongan – Tarif pekerja seks komersil (PSK) di pekalongan dikabarkan naik hingga 500 persen. Menurut pantauan sisi dunia di tempat prostitusi Kebon Suwung, Pekalongan, Jawa Tengah masih terasa.

Didominasi Wajah Baru, PSK Kini Pasang Tarif Rp 500 Ribu

Kepala Satpol PP Kabupaten Pekalongan, Alif Nurfiyanto mengatakan, ”PSK kini didominasi wajah baru dan lebih muda. Dulu, tarif mereka Rp100 ribu. Tapi sekarang, tarifnya naik menjadi Rp500 ribu”.

Setelah Bupati Amat Tantono menutup sejumlah tempat yang menjadi tempat prostitusi di Kebon Suwun, wajah bisnis esek-esek pun berubah. Dulu, praktik prostitusi begitu terasa.

Menurut hasil wawancara sisi dunia dengan Alif, jumat (4/3/16), beliau mengatakan bahwa lokalisasi Kebon Suwung ini sekarang berubah menjadi tempat karaoke. Soundsistemnya lebih bagus. Namun, beliau meminta pada petugas untuk selalu memantau lokalisasi tersebut agar pemesanan perempuan ‘dipakai’ lebih sulit.

Petugas merazia minuman keras dan praktik prostitusi. kata Alif kepada sisi dunia, pihaknya akan terus memberantas kegiatan prostitusi untuk menegakkan instruksi Bupati Tantono.

“Kendalanya saat kita menggelar razia itu, sering bocor, jadi PSK yang kejaring tidak maksimal. Warung dan kafe-kafe banyak yang tutup,” kata Alif.

Bupati Pekalongan Amat Antono akan berupaya dalam mendukung target Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yakni Indonesia bebas dari lokasi prostitusi pada 2019. Beliau mengaku dalam waktu dekat akan menutup tiga lokalisasi di daerahnya.

“Saya sangat setuju dan sangat mendukung sekali program dari Bu Menteri, Kebon Suwung (KBS) kan sudah saya tutup. Tapi kalau masih beroperasi, saya akan tutup semua kegiatan, termasuk warung-warung yang ada di situ,” kata Amat Antono.

Sedikitnya 12 wanita Pemandu Lagu (PL) dan ratusan botol miras disita oleh Polres Pekalongan dari lokalisasi Kebon Suwung, dan jajaran Polisi akan terus menggelar razia minuman keras dan juga prostitusi di Pekalongan. (Freddy Julio – sisidunia.com)