sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Menteri Saling Berselisih, Ujian Ketegasan Jokowi

Menteri Saling Berselisih, Ujian Ketegasan Jokowi



Jakarta – Perbedaan pendapat tentang rencana pembangunan kilang gas Blok Masela. Memicu Perselisihan antara Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said.

Menteri Saling Berselisih, Ujian Ketegasan Jokowi

Rizal menginginkan kilang gas berada di darat atau dikenal dengan istilah onshore. Sementara, Sudirman berpikir jika kilang terapung di laut atau offshore lebih baik.

Perselisihan tersebut kini menjadi tontonan masyarakat luas, masyarakat dapat melihat perselisihan mereka melalui jejaring sosial twitter. Baik Rizal maupun Sudirman membuat statement mereka di akun twitter masing-masing.

Melihat perseteruan kedua menteri tersebut, pengamat politik dari Universitas Padjajaran (Unpad), Muradi mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo harus mengambil sikap tegas.
Hal ini dikarenakan, para menteri yang berperan untuk membantu presiden, seharusnya tidak mengeluarkan pendapat pribadi melainkan sebaliknya.

Muradi angkat bicara kepada awak media pada hari Kamis (3/3/16), “Presiden harus bersikap hati-hati dan tegas, karena perseteruan antar menteri semacam ini bukan pertama kalinya. Seharusnya para menteri dan pejabat tinggi lainnya harus menuruti kehendak presiden dan tidak memperlihatkan konflik hingga ke ranah publik,”.

“Ada tiga rapat yang biasanya dilakukan terkait pengambilan keputusan, Pertama adalah rapat terbatas, kedua rapat koordinasi, dan ketiga adalah rapat kabinet. Nah para menteri seharusnya menyampaikan pendapat mereka melalui rapat-rapat tersebut, baru hasilnya nanti diputuskan presiden,” kata Muradi.

Karena itu, ketegasan dari presiden terkait konflik diantara para menteri ini sangat dibutuhkan. Muradi menambahkan jika dibiarkan berlarut-larut, hal ini dikhawatirkan berdampak pada ketidakpercayaan publik pada pemerintahan. (Freddy Julio – sisidunia.com)