sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Ahok Kesal Penjaga Pintu Air Masih Jalankan Aturan Lama

Ahok Kesal Penjaga Pintu Air Masih Jalankan Aturan Lama



Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) marah lagi lantaran para petugas pintu air masih menggunakan prosedur tetap (protap) zaman Belanda. Ia akan bertindak tegas pada petugas yang masih menggunakan aturan lama tersebut.

Ahok Kesal Penjaga Pintu Air Masih Jalankan Aturan LamaAhok Kesal Penjaga Pintu Air Masih Jalankan Aturan Lama

Pada saat ditemui, petugas pintu air Manggarai masih menggunakan aturan lama tersebut dan benar saja keadaan pintu air masih tertutup. Ahok mengatakan sudah menemui para petugas pintu air. Kala itu, ia meminta supaya pintu air Manggarai selalu dalam posisi terbuka.

“Tahu enggak dia pake protap tahun berapa? Tahun 1973! Itu belum ada waduk Pluit, Pasar Ikan, Gunung Sahari belum di sheetpile, pintu air Manggarai belum ditambah satu. Dia main tutup saja. Ya enggak usah tutup-tutup biar aja ngalir. Mau cari gara-gara? Tadi saya sudah kasih pengertian, sudah sepakat, dah ketemu ni,” katanya, Kamis (3/3/15).

Ahok meminta dengan tegas kepada petugas pintu air Manggarai untuk membuka pintu air selama 24 jam karena kondisi di Jakarta sudah berbeda. Apalagi dengan pembangunan yang didesain meminimalkan banjir Jakarta.

“Saya tanya yang ajarin kamu siapa, katanya dari dulu-dulu pak tahun 73. Bahasa belanda saya keluarin. Gila dasarnya belanda tahun 73. Tahun 73 belum ada waduk Pluit. Sempat dulu jadi masalah di tengah enggak dibuka kenapa? Karena waduk Puit kan dangkal, enggak ada pompa, jadi kota dibuat tidak ada air. Sekarang kan udah beda. Udah ni enggak ada masalah. Ini mulai ngerti dia,” ujarnya pada Sisi Dunia.

Ahok menyebut kunci mengatasi banjir di Ibu Kota lewat pemerataan air. Ia merasa jika air mampu disalurkan dengan baik maka banjir tak akan terjadi, kecuali ada air rob setinggi tiga meter. Maka ia menegur petugas pintu air Manggarai untuk membuka pintu air tersebut.

“Kunci di Manggarai mainnya. Harus buka terus. Kecuali kemarau, kita enggak mau hulunya Ciliwung kering. Kalau kering didudukin orang bikin rumah. Nah kita tutup. Musim hujan buka semua,” jelasnya pada Sisi Dunia. (Freddy Julio – sisidunia.com)