Home » News » Pengamat Kritisi Proyek Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Pengamat Kritisi Proyek Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung



Jakarta – Proyek kereta cepat Jakarta–Bandung adalah sesuatu yang terburu-buru. Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi V DPR Ridwan Bae. Sebab, jarak dua kota tersebut sangat dekat.

Pengamat Kritisi Proyek Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Karena jaraknya dekat dan kecepatannya tinggi, kereta tersebut bisa 5–6 kali pulang pergi. Langkah Presiden Joko Widodo yang menyetujui pembangunan proyek tersebut pun dipertanyakan. Apalagi peresmian dilakukan meski pengembang belum mengantongi izin analisis dampak lingkungannya (Amdal).

Menurut dia, dirinya tidak mengerti jalan pikiran presiden karena dengan mudahnya mengizinkan pembangunan. ”Selain itu’ Amdal belum ada,” ujar Ridwan kepada media Jumat (22/1/2016).

Karena itu, Ridwan berharap presiden akan melakukan prosedur sesuai dengan mekanisme yang telah diatur, bukan berdasar keinginan di luar mekanisme yang ditetapkan. ”Seharusnya, lahan dan izin disiapkan, Amdal juga ada. Kenapa harus diburu-buru?” tambahnya

Selain itu, pihaknya menjelaskan bahwa presiden bertindak sesuka hatinya. ”Selesaikan konflik politik! Kereta Jakarta-Bandung tampaknya belum diperlukan,” kata politikus Partai Golkar tersebut. (Freddy Julio – sisidunia.com)