sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Kontroversi, Ulama Arab Menganggap Catur sebagai Pekerjaan Setan

Kontroversi, Ulama Arab Menganggap Catur sebagai Pekerjaan Setan



Riyadh – Seorang ulama asal Arab Saudi Abdulaziz al-Sheikh mengumumkan fatwa yang cukup kontroversial. Fatwa tersebut diungkapkan untuk menjawab pertanyaan penelepon dalam acara di televisi setempat.

Kontroversi, Ulama Arab Menganggap Catur sebagai Pekerjaan Setan

Dia menjelaskan, catur adalah pekerjaan setan karena dapat membuang waktu, menghamburkan uang, dan menciptakan kebencian di antara orang yang memainkan.

Fatwa tersebut mengacu pada ayat Alquran yang mengharamkan tindakan yang mengakibatkan mabuk, menyembah berhala, perjudian, dan ramalan.
Sebagaimana diberitakan ibtimes pada Jumat (22/1/2016), penilaian ulama tersebut pun menimbulkan perdebatan. Sebab, di negara-negara lainnya, hampir seluruh warga Arab Saudi memainkan game yang mengasah otak tersebut.

Namun, banyak yang mendukung fatwa tersebut. Alasannya, catur bersifat adiktif. Seseorang pun bisa lupa berdoa.

Sementara itu, Musa bin Thaily yang mewakili Asosiasi Catur Arab Saudi mengungkapkan bahwa permainan catur terkait dengan judi. Bahkan, di Arab Saudi, asosiasi tersebut mengadakan 70 kali event catur. Dalam salah satu foto, ada seorang anggota pecatur yang berpose dengan seorang pangeran asal Uni Emirat.

Nigel Short, grandmaster catur asal Britania Raya, Inggris, pun turut berkomentar. Fatwa yang mengharamkan catur sangat disayangkan. Sebab, olahraga otak tersebut dikaitkan dengan judi dan membuang-buang waktu.

Sebenarnya , pada 1979 setelah revolusi Iran, para ulama, termasuk Ayatollah Ali al-Sistani, mengharamkan catur karena selalu digunakan sebagai ajang judi. Namun, Di bawah kepemimpinan Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1988, game asah otak tersebut kembali dihalalkan. (Freddy Julio – sisidunia.com)