Home » News » Salatiga Menjadi Contoh yang Baik dalam Hal Toleransi Beragama

Salatiga Menjadi Contoh yang Baik dalam Hal Toleransi Beragama



Salatiga – Setara Institute menyandangkan predikat Kota Paling Toleransi ke sepuluh kota di Indonesia pada November 2015. Salatiga menjadi satu-satunya kota di pulau Jawa yang masuk dalam daftar tersebut.

Salatiga Menjadi Contoh yang Baik dalam Hal Toleransi Beragama

ilustrasi

Meski berada di antara Semarang, Surakarta dan Yogyakarta, kota menjadi tujuan para pelajar. Universitas Kristen Satya Wacana pun berdiri pada 1956.

”Setelah UKSW berdiri, toleransi agama makin menguat di Salatiga. Apalagi tidak memandang mahasiswa dengan kalangan dan agama tertentu,” ujar ahli antropologi politik Pramedhi Giriwiloso sebagaimana diberitakan metrotvnews.com Jumat (25/12/2015).

Bentuk toleransi yang sangat dilakukan dengan menggunakan lapangan Pancasila. Lapangan tersebut dipakai sebagai lokasi kegiatan keagamaan. Pada Desember, lapangan berubah menjadi tempat ibadah. Umat kristiani se-Salatiga merayakan natal. Selain itu, digunakan umat muslim melangsungkan Salat Ied saat Idul Fitri.

Selain itu, perayaan Paskah pun diadakan di Lapangan Pancasila dan Masjid Agung Darul Alam. Kedua umat pun tidak pernah merasa terganggu.

Umat Kristiani pun berkesempatan mengekspresikan hari Natal. Mereka pun melaksanakan festival Natal dengan keliling kota Salatiga. Hal itu pun disaksikan umat Muslim dan agama lain setiap tahun.

Menurut kabar, pada 23 Januari 2016, konser besar lintas agama diselenggarakan di salah satu sekolah tinggi agama Islam di Salatiga. Drama musikal yang dimainkan pemuda pemudi gereja, pesantren, dan umat Budha bakal disajikan

”Kegiatan tersebut sangat diperlukan. Tujuannya, Salatiga lebih harmonis menyangkut kehidupan toleransi beragama. Tidak ada masalah tentang itu. Kami sebagai warga juga perlu menjaga ketenangan dan kedamaian ini,” kata konseptor konser lintas agama Indri kepada media. (Freddy Julio – sisidunia.com)