Home » News » Apa Jadinya jika Semua Teroris Berada di Lapas yang Sama?

Apa Jadinya jika Semua Teroris Berada di Lapas yang Sama?



Jakarta – Rencana membangun penjara khusus bagi terpidana kasus terorisme tidak cukup mengubah paham radikalisme. Dengan berkumpulnya para terpidana di satu tempat yang sama, pengaruh radikal dikhawatirkan makin menguat.

Apa Jadinya jika Semua Teroris Berada di Lapas yang Sama?

Ilustrasi

Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos menjelaskan, penjara tidak bisa mengubah pemikiran mereka.”Bahkan, ulama yang dikirimkan untuk memberikan pelajaran agama dan pengajian bersama juga dirasa kurang efektif,” ujarnya kepada media di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (18/1/2016).

Menurut Bonar, penggabungan para teroris dalam satu penjara dapat mengakibatkan lahirnya kelompok-kelompok radikal baru. Bahkan, teror dapat disusun dari balik jeruji besi.

Bonar mengungkapkan, yang terpenting, para narapidana terorisme harus diputus dari lingkungan lama. Saat keluar penjara, mereka tidak kembali menjadi teroris

”Pembuatan penjara khusus tersebut adalah salah satu bentuk preventif. Yang perlu diperhatikan adalah memotong pengaruh kelompok radikal terhadap mereka,” kata Bonar.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak setuju dengan pembuatan penjara bersama. Menurut Kalla, Hal itu menimbulkan efek yang sangat berbahaya

Dia menilai ledakan bom dan baku tembak di Sarinah yang dilancarkan residivis beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa sistem perlu diperbaiki. Selain hukuman, Kalla menekankan bahwa pelaku teror perlu direhabilitasi. (Freddy Julio – sisidunia.com)