sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Inilah Serangkaian Pelatihan Militer ISIS yang Pernah Diikuti Warga Indonesia

Inilah Serangkaian Pelatihan Militer ISIS yang Pernah Diikuti Warga Indonesia



Jakarta – Sejumlah warga Indonesia pernah tergabung dalam Islamic State for Iraq and Syiria (ISIS) di Suriah. Untuk dapat bergabung, mereka masuk melalui jalur tikus di Turki. Berikut ini kisah pelatihan militer di sana.

Inilah Serangkaian Pelatihan Militer ISIS yang Pernah Diikuti Warga Indonesia

Proses latihan militer tersebut terkuak saat Alif, anggota ISIS asal Indonesia, dijatuhi hukuman. Sebagaimana dilansir dari laman Mahkamah Agung (MA) pada Jumat (15/1/2016). Dikabarkan, pada 13 Desember 2013, dia berangkat ke Suriah. Pria yang berprofesi sebagai guru tersebut menumpang pesawat dari Solo bersama rekan-rekannya.

Saat menjejakkan kaki di Istambul, Alif dijemput Kholid. Mereka pun melanjutkan perjalanan ke Hattai. Kelompok tersebut tinggal selama semalam di rumah kenalannya tersebut. “Esoknya, kami baru bergerak ke markas ISIS di Husainiah,” kata Alif.

Di sana, mereka bertemu dengan sejumlah orang dari bermacam-macam negara. Sekitar 45 orang itu dilatih di kamp latihan perang. HP dan identitas mereka pun disita. Kemudian, petugas mendata dan mengantarkan mereka ke tenda pelatihan.

Alif menjelaskan, dirinya pun sempat berkenalan dengan Abu Qutaeba dari Maroko, Abu Hamzah dari Libia, dan Abu Yunus dari Tunisia. Pria berusia 63 tahun tersebut pun bergabung dengan sebuah grup yang dipimpin beberapa orang. Di antaranya, Abu Lukman dari Maroko memimpin olahraga, Abu Muhammad dari Suriah melatih Askasi, dan Abu Qutaeba dari Tunisia memberikan pelatihan syariah.

”Materi diberikan setelah kami salat subuh,” ujarnya

Pukul 06.00–07.00 mereka olahraga. Satu jam kemudian, mereka kerja bakti dan sarapan. Pukul 09.00–11.00 mereka berlatih militer. Pelatihannya meliputi, bongkar pasang AK, cara menembak AK dengan berdiri, jongkok, dan berdiri, formasi serang beregu, pemberian informasi berbagai senjata api dan RPG, serta penggunaan pistol dan granat

Saat tengah hari, mereka beristirahat dan Salat Dhuhur. Selain itu, mereka diberi materi tentang daruh tauhid. Saat sore, mereka kembali mendapat pelajaran militer. Saat malam, mereka mempelajari syariah. “Latihan tersebut diulang-ulang selama tiga pekan,” katanya.

Setelah menjalani pelatihan, mereka disumpah untuk setia kepada pimpinan ISIS, Abu Bakar Albagadi. Isi janji tersebut: Saya berbaiat kepada Syeikh Abu Bakar Alhusaeni Al Qurosiyiy untuk mendengar dan taat dalam keadaan susah maupun senang dan tidak akan menentang kepadanya kecuali bila diketahui kafir yang nyata pada dirinya dengan dasar dalil dari Allah.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, rombongan kembali ke negara masing-masing. Alif tiba di tanah air pada Januari 2014 dan ditangkap awal 2015. Karena perbuatannya, dia dihukum enam tahun penjara (Freddy Julio – sisidunia.com)