Home » News » Pasca Penurunan Harga, Pertalite Kini Mulai Laris Manis

Pasca Penurunan Harga, Pertalite Kini Mulai Laris Manis



Denpasar – Di Bali, pemakaian pertalite melambung hingga 60 persen. Hal tersebut terjadi setelah harga bahan bakar minyak (BBM) itu turun pada 5 Januari.

Pasca Penurunan Harga, Pertalite Kini Mulai Laris Manis

Area Manager Communication and Relation Pertamina Marketing Operation Region V Surabaya Heppy Wulansari membenarkan hal tersebut. ”Konsumsi pertalite naik 60 persen,” katanya kepada media pada Rabu (13/1/2016).

Menurut dia, rata-rata bahan bakar yang memiliki oktan 90 itu mencapai 61 kiloliter per hari di Bali. Setelah harga turun, jumlahnya menjadi 98 kiloliter per hari.

Sebelumnya, pertalite yang dibanderol Rp 8.250 per liter dan turun menjadi Rp 7.900 per liter. Harga premium di Jawa, Bali, dan Madura menjadi Rp7.050 dari RpRp7.400 per liter.

Heppy menjelaskan, karena harga turun, pertamina pun menggenjot penjualan pertalite di Bali. Selain itu, selisih premium dan pertalite kian tipis. ”hanya Rp 850 per liter,” tambahnya.

”Konsumen bisa memperoleh BBM kualitas lebih baik dengan harga tipis,” tutupnya. (Freddy Julio – sisidunia.com)