Home » News » Kepolisian Tak Temukan Unsur Pencemaran Nama Presiden Dalam Kasus Papa Minta Saham

Kepolisian Tak Temukan Unsur Pencemaran Nama Presiden Dalam Kasus Papa Minta Saham



Jakarta – Bareskrim Mabes Polri menginterogasi para ahli. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan celah pidana umum dalam skandal papa minta saham. Hasilnya, skandal tersebut tidak terdapat unsur pencemaran nama baik presiden.

Kepolisian Tak Temukan Unsur Pencemaran Nama Presiden Dalam Kasus Papa Minta Saham

Hal itu dijelaskan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Menurut dia, dirinya beranggapan kasus tersebut dibuat mencemarkan nama presiden. Delik terhadap presiden pun ditarik zK, harus delik yang lebih umum. Nah, pihaknya pun kembali mengkaji apakah hal tersebut sudah memenuhi persyaratan pidana. “Ternyata tidak. Karena itu, kami tidak diumumkan kepada publik. Yang membuat ini ke publik kan bukan SN, tapi dari proses MKD, dari rekaman itu,” katanya kepada wartawan di Mabes Polri Jumat (8/1/2016).

Menurut dia, Bareskrim Polri akan menyelidiki dua pidana umum dalam kasus itu. Yakni, pencemaran nama baik terhadap presiden dan penipuan. Namun, keduanya belum memenuhi unsur pidana umum.

misalnya, penipuan dari sisi Freeport. Badrodin menjelaskan, unsur kasus itu juga belum komplet. “Makanya, saya katakan yang pas ya tipdisus, yang diusut kejaksaan,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan, Kejaksaan Agung sejak awal mendalami penyelidikan kasus yang masuk dalam ranah pidana khusus. Yakni, skandal papa minta saham. Kejagung berfokus terhadap Setya Novanto. Dia bakal dijerat dengan pasal pemufakatan jahat yang termasuk dalam UU Tipikor. (Freddy Julio – sisidunia.com)