sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Jualan Obat HIV, Pengusaha Farmasi Ini Justru Bangkrut

Jualan Obat HIV, Pengusaha Farmasi Ini Justru Bangkrut



Wilmington – Martin Shkreli, pengusaha tamak yang menjual obat penderita HIV/AIDS dengan harga tinggi akhirnya menerima ganjarannya.

Jualan Obat HIV, Pengusaha Farmasi Ini Justru Bangkrut

Perusahaan obat KaloBios yang dipimpinnya mengajukan pailit ke Pengadilan Tata Usaha di Wilmington, Negara Bagian Delaware, Amerika Serikat.

Seperti dilansir dari Reuters (Kamis, 31/12/2015), KaloBios memilih bangkrut untuk melakukan restrukturisasi ulang karena manajemen mengalami masalah. Awal bulan ini, perusahaan farmasi itu mencopot Shkreli dari jabatan CEO setelah ditangkap Biro Investigasi Federal (FBI). Padahal Shkreli baru membeli 70 persen saham KaloBios pada pertengahan November lalu.

Shkreli membeli KaloBios dengan harapan bisa menghasilkan obat untuk penyakit langka. Laboratorium KaloBios dianggap mumpuni oleh pengusaha 32 tahun keturunan Albania itu.

Shkreli lalu dilengserkan pula dari perusahaan farmasi lainnya, Turing Pharmaceuticals, yang empat bulan lalu dia paksa menaikkan harga jual obat Diaraprim. Obat penting untuk mencegah pelemahan kekebalan tubuh ini harga jualnya melonjak dari USD 13,5 (setara Rp 197 ribu) per butir menjadi senilai Rp 10,9 juta tiap tabletnya.Akibat kebijakannya itu, Shkreli dikecam nyaris semua orang di Amerika Serikat.

Ia berdalih laba yang didapatkan dari kenaikan harga gila-gilaan itu dapat dipakai mengembangkan obat HIV yang lebih mujarab. “Kami hanya ingin tetap bisa bertahan di bisnis ini,” ujarnya kala itu. (Yayan – sisidunia.com)