Home » News » ISIS Menghalalkan Tahanan Wanita Dijadikan Budak Bercinta

ISIS Menghalalkan Tahanan Wanita Dijadikan Budak Bercinta



Baghdad – Kelompok militan ISIS dikenal kerap menjadikan tahanan wanita sebagai budak bercinta para anggotanya. Para tahanan yang dijadikan budak seks itu mayoritas berasal dari etnis Yazidi, yang memeluk keyakinan Syiah.

ISIS Menghalalkan Tahanan Wanita Dijadikan Budak Bercinta

Seperti dilansir dari Tribunnews menurut Daily Mail (Rabu, 30/12/2015), ISIS ternyata memiliki aturan tersendiri yang mengatur “penggunaan” para budak seks itu.

Sebuah dokumen yang ditemukan oleh militer Amerika Serikat menunjukkan 15 poin tentang aturan memakai budak seks. Berikut isi dari dokumen tersebut:

1. Tidak boleh mengajak tahanan wanita itu bercinta bila dia sedang berada dalam masa haid.

2. Ketika tahanan wanita itu sedang hamil, maka dia tidak boleh diajak bercinta sampai melahirkan.

3. Dilarang keras menggugurkan kandungan seorang tahanan wanita.

4. Bila tahanan bercinta itu dilepaskan oleh pemiliknya, maka budak itu tak boleh diajak bercinta oleh orang lain.

5. Bila tahanan bercinta itu punya anak perempuan yang sudah dewasa, maka pemilik harus memilih salah satu, ibunya atau anaknya. Pemilik tidak boleh ‘memakai’ dua-duanya.

6. Bila pemilik punya tahanan wanita sepasang kakak-adik, maka dia juga diwajibkan meilih salah satu saja. Pemilik boleh menjual, atau melepaskan salah satunya.

7. Bila pemilik tahanan wanita itu punya anak laki-laki, maka anaknya itu tak boleh bercinta dengan si tahanan. Sebaliknya, kalau seorang pria punya tahanan, maka ayahnya tak boleh memakainya untuk bercinta.

8.Bila seorang ayah sudah mengajak bercinta seorang tahanan wanita, lalu dia menjual atau menyerahkannya kepada anaknya, maka si ayah sudah tak punya hak untuk mengajak tahanan itu bercinta.

9. Bila tahanan wanita hamil karena pemiliknya, maka pemilik dilarang menjualnya, dan budak itu baru bisa bebas setelah si pemilik mati.

10.Bila pemilik sudah melepaskan tahanan wanita, maka dia tak punya hak lagi mengajaknya bercinta.

11.Bila seorang tahanan wanita dibeli oleh dua orang, maka tak ada satupun yang boleh mengajaknya bercinta karena budak ini dianggap menjadi milik bersama.

12.Dilarang memakai tahanan wanita selama masih masa haid.

13.Tidak boleh melakukan seks anal.

14.Pemilik tahanan wanita harus memberikan kasih sayang kepadanya, baik kepadanya, tidak mempermalukannya, dan tidak memberinya pekerjaan dimana dia tidak bisa melakukannya.

15.Pemilik tahanan wanita dilarang untuk menjual tahanan ini ke seseorang yang dia tahu bakal memperlakukannya dengan buruk. (Yayan – sisidunia.com)