sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Gubernur Papua Ingin Berdiskusi Tentang Masa Depan Freeport

Gubernur Papua Ingin Berdiskusi Tentang Masa Depan Freeport



Jayapura – Gubernur Papua, Lukas Enembe, baru-baru ini mengungkapkan jika Pemerintah Provinsi Papua berkeinginan untuk mendapatkan saham di perusahaan tambang PT Freeport Indonesia. Keinginan tersebut pun sudah diutarakan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menjabat sebelum Joko Widodo (Jokowi).

Gubernur Papua Ingin Berdiskusi Tentang Masa Depan Freeport

“Kita dulu ada 17 item yang kemudian diakomodir Presiden ada 11, salah satunya adalah permintaan saham,” ungkap Lukas. “Waktu itu memang kita minta di zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelum berakhir, 10 persen itu harus untuk Papua,” ungkapnya kepada media (Senin, 28/12/2015).

Namun Lukas mengakui jika belum tersedia mekanisme yang pasti mengenai proses pembelian saham tersebut. Hal ini dikarenakan secara materil Pemprov Papua tidak memiliki kemampuan untuk membayar saham yang diyakini bernilai puluhan triliun rupiah itu.

“Mekanisme pembayarannya seperti apa, tahun buku atau cara lain, tapi 10 persen ini bagaimana bisa kita dapat karena itu biayanya besar,” sambungnya. “Itu mekanisme terbaik untuk keamanan Papua.”

Lukas menegaskan, pemprov tidak akan melibatkan pihak ketiga, dalam kasus ini pihak swasta, untuk terlibat di dalam proses pembelian saham Freeport bagi Papua. Lukas juga mengingatkan Pemprov Papua harus mendapat saham Freeport karena hal tersebut sangat berkaitan dengan segala aspek kehidupan Papua.

“Kita tidak punya uang, tapi kalau melibatkan pihak ketiga ini akan berdampak tidak bagus bagi kami. Pengalaman Newmont sudah ada, jadi yang terbaik itu yang kita minta,” lanjutnya. “Kita juga harus lihat model blok Mahakam, pemerintah daerah dan pemerintah pusat, kenapa kita tidak cari seperti itu untuk di Freeport.” (Yayan – sisidunia.com)