sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Sidang Korupsi, Suryadharma Ali : “Saya Tidak Berbelit-belit, Tapi Saya Membela Diri”

Sidang Korupsi, Suryadharma Ali : “Saya Tidak Berbelit-belit, Tapi Saya Membela Diri”



Jakarta – Mantan Menteri Agama, Suryadharma Ali, menyatakan bahwa dirinya tidak terima dengan tuntutan yang dibacakan oleh jaksa penuntut umum, yang meminta agar dirinya mendapat hukuman kurungan penjara selama 11 tahun.
Sidang Korupsi, Suryadharma Ali : "Saya Tidak Berbelit-belit, Tapi Saya Membela Diri"
Suryadharma memang telah ditetapkan sebagai terdakwa dalam kasus dugaan korupsi dalam penyelenggaraan ibadah haji, serta penyalahgunaan dana operasional menteri. Ia mengaku bahwa meskipun negara telah terbukti mengalami kerugian, tidak ada sepeser pun uang yang tersangkut pada dirinya.

“Dihitung ada kerugian negara, tetapi tidak satu rupiah pun menyangkut di saya,” ujar Suryadharma kepada wartawan saat ditemui di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (23/12/2015).

Ketika ditanya tentang tuntutan jaksa penuntut umum, Suryadharma menyatakan tidak rela.

“Satu hari pun saya tidak rela, apalagi 11 tahun,” lanjutnya.

Berkaitan vonis 11 tahun tersebut, jaksa penuntut umum menilai bahwa Suryadharma selalu berbelit-belit dalam memberikan keterangan dan menjawab pertanyaan. Selain itu, Suryadharma juga dianggap tidak tampak menyesali perbuatannya itu.

Saya tidak berbelit-belit, tetapi saya membela diri,” tandas Suryadharma.

Menurutnya, KPK menuduh dirinya terlibat dalam kasus dugaan korupsi dalam penyelenggaraan ibadah haji serta penyalahgunaan dana operasional menteri karena ia tidak menandatangani dua notulensi rapat. Rapat itu sendiri membahas tentang perumahan dan katering.

Suryadharma pun mengaku bahwa dirinya sama sekali tidak merasakan nikmatnya uang hasil korupsi terkait pengadaan katering dan pemondokan haji. Ia pun merasa wajar dengan ditunjuknya tujuh pendamping amirul hajj yang mengisi sisa kuota haji.

“Kalau seorang dirjen bersama-sama menteri ke Surabaya, itu mendampingi menteri dan menggunakan biaya dinas. Tidak ada pembiayaan pendamping, tetapi masuk biaya dinas,” tandasnya. (Deni Suroyo – sisidunia.com)