Home » News » Tarif Booking Ayam Kampus Didasarkan Pada Taraf Kecantikannya

Tarif Booking Ayam Kampus Didasarkan Pada Taraf Kecantikannya



Pekanbaru – Maraknya kasus prostitusi online ternyata tidak hanya terjadi di Jakarta. Di Pekanbaru, Riau, kini juga tengah diusut lanjutan kasus prostitusi online dengan terdakwa mucikari bernala Dion Naldo atau Dion.

Tarif Booking Ayam Kampus Didasarkan Pada Taraf Kecantikannya

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim SisiDunia, Selasa (22/12/2015), dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Senin (21/12) kemarin, memperdengarkan kesaksian dua saksi yang sebelumnya diamankan polisi di sebuah hotel mewah di Jalan Riau, Sabtu (3/10).

Saksi pertama merupakan ‘ayam kampus’ binaan Dion, sementara seorang saksi lagi merupakan pelanggan yang sudah lima kali menggunakan jasa mucikari Dion, bernama Hendra Lee.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ivan Yoko Wibowo, dalam kesaksiannya dua saksi tersebut membernarkan kejadian penangkapan yang dilakukan Satreskrim Polresta Pekanbaru pada Sabtu (3/10) silam. Menurut pengakuan Hendra Lee, untuk mendapatkan layanan pemuas nafsu dari Siti Aisyah, ia merogoh kocek di atas Rp. 2 juta.

Dalam dakwaan JPU, disebut kalau Dion sebagai mucikari yang menetapkan tarif sewa bagi pelanggan yang menggunakan jasa ‘anak asuhnya’. Tarif ditentukan berdasa kecantikan, semakin cantik ‘ayam kampus’, maka akan semakin mahal pula harganya, bahkan Dion mengaku ada yang harganya mencapai Rp 10 juta. Sementara untuk waktu pelayanan juga menjadi faktor pembeda tarif. Dari hasil transaksi esek-esek tersebut, Dion mengambil keuntungan sebesar 20 persen. (Rindi Ayunda – sisidunia.com)