sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Hiburan » Apakah Wajah Superman Berubah Saat Clark Kent Kenakan Kacamata ?

Apakah Wajah Superman Berubah Saat Clark Kent Kenakan Kacamata ?



Jakarta – Superman mungkin merupakan superhero yang sangat tidak ahli dalam menutupi identitasnya. Bila superhero lainnya seperti Batman ataupun Spiderman harus repot-repot menutupi mukanya dengan topeng, Superman hanya menggunakan kacamata dan mungkin sedikit gel rambut untuk menutupi identitasnya sebagai Superhero, dan menjelma menjadi Clark Kent, seorang wartawan dari harian Daily Planet.
Apakah Wajah Superman Berubah Saat Clark Kent Kenakan Kacamata ?
Mungkin anda akan berpikir, mengapa orang-orang atau rekan kerja Clark tidak mengenali dirinya sebagai Superman, padahal wajah, tatanan rambut, maupun perawakannya tidak jauh berbeda?

Untuk menjawab hal ini, DC Comic telah memberikan penjelasan di komik Superman volume 330. Di sana disebutkan bahwa Clark Kent menggunakan kacamata Kryptonite yang mampu memancarkan sinar atau radiasi yang membuat setiap orang yang ditemui Clark akan lupa terhadap detail wajahnya.

Sehingga, meskipun namanya sudah dikenal oleh rekan kerjanya, wajah Clark akan dengan cepat menghilang dari ingatan orang-orang tersebut sehingga mereka tidak akan memikirkan Clark ketika menebak-nebak siapa identitas Superman sebenarnya.

Bila tidak menjadi Superman, Clark Kent juga pandai “berakting”. Dengan pakaian yang bisa dikatakan ketinggalan zaman, sikap yang kikuk, mudah gugup, dan ditambah kacamatanya, Clark menjelma menjadi sosok yang “cupu” atau “nerd”.

Adapun dalam ilmu neurologi, kacamata Clark Kent tersebut menebarkan penyakit yang mirip dengan “prosopagnosia”. Seperti dilansir dari Slate (Selasa, 22/12/2015), prosopagnosia merupakan penyakit atau kelainan otak yang membuat seseorang merasa kesulitan untuk mengidentifikasi detail raut wajah orang lain, bahkan dirinya sendiri. Mereka hanya bisa mengenali orang dari pakaian, gaya bicara, suara, dan gerak-geriknya. (Deni Suroyo – harianindo.com)