sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Gaya Hidup » Area Makam Kristen Ini Dimanfaatkan untuk Tempat Les Gratis

Area Makam Kristen Ini Dimanfaatkan untuk Tempat Les Gratis



Bojonegoro – Layaknya area pemakaman pada umumnya, kawasan pemakaman Kristen Ngrowo Rejo, Bojonegoro, juga menyuguhkan suasana yang tenang dan sejuk dengan banyaknya pepohonan rindang yang tumbuh di sana.
Area Makam Kristen Ini Dimanfaatkan untuk Tempat Les Gratis
Suasana yang demikian tenang dan sejuk, serta dekat dengan kawasan permukiman tersebut menjadi pertimbangan bagi Ridwan Agung Asmaka untuk membuka kelas les bagi anak-anak yang kurang mampu.

Berawal dari permintaan anak-anak tetangganya di kawasan Ngrowo Rejo yang menginginkan les tambahan namun orang tuanya tidak bisa memenuhi , Ridwan pun tergerak untuk membuka kelas les tersebut.

Ridwan, yang merupakan seorang mahasiswa semester pertama di jurusan matematika, FMIPA, IKIP PGRI Bojonegoro, mendirikan sebuah kelas les bernama “Les Basa” sejak awal Mei 2015 lalu. Sesuai dengan namanya yang merupakan singkatan dari “Bayar Sampah” (Basa), anak-anak yang datang belajar di kelas tersebut hanya dimintai bayaran berupa sampah.

Sampah yang diserahkan antara lain berupa botol atau gelas minuman kemasan. Bila anak-anak tadi tidak membawa botol tersebut, mereka tentu saja masih boleh mengikuti kelas Les Basa.

Sekitar 10 anak-anak di usia sekolah dasar tampak belajar di atas terpal plastik yang digelar di bawah sebuah pohon rindang. Tidak ada meja, kursi, ataupun papan tulis dalam kelas ini. Meski demikian, kegiatan belajar tetap berlangsung dengan seru dan menyenangkan.

Les Basa dilangsungkan dua hari dalam sepekan, yakni setiap hari Kamis dan Jumat, pukul 13.00 sampai 14.00 WIB. Anak-anak yang hadir belajar apa saja tentang materi yang mereka tidak fahami di sekolah kepada Ridwan, yang lebih akrab disapa dengan nama Agung. Dari materi pelajaran Bahasa Indonesia, matematika, IPA, sampai Bahasa Jawa, semuanya ditanggapi dan dibahas dengan baik oleh Agung.

Seiring berjalannya waktu, Agung pun mengaku semakin kewalahan membantu anak-anak tersebut. Apalagi, bila sudah ramai, sekitar 20 anak datang untuk mendapat pelajaran dari Agung.

“Maklum, karena mereka berbeda usia, juga berbeda kelas, menjadikan penanganannya kurang maksimal, apalagi bila harus ditangani sendirian,” ungkapnya.

Melihat keadaan ini, beberapa teman kuliah AGung dari FMIPA, IKIP PGRI Bojonegoro pun datang membantu. Mereka semua berangkat dengan niatan tulus untuk membantu anak-anak yang kurang mampu untuk bisa belajar lebih baik lagi.

Adapun dari botol dan gelas minuman bekas yang dibayarkan anak-anak tadi, Agung dkk kemudian menjualnya dan uang hasil penjualan sampah tersebut digunakan utnuk membeli peralatan belajar seperti pensil, penghapus, spidol, pulpen, buku, dan lain-lain. (Deni Suroyo – sisidunia.com)