sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Tegakkan Syariah, Brunei Larang Umat Muslim Ikut Perayaan Natal

Tegakkan Syariah, Brunei Larang Umat Muslim Ikut Perayaan Natal



Bandar Seri Begawan – Brunei Darussalam menjadi negara di kawasan Asia Tenggara yang menerapkan hukum Islam sejak April 2014. Sebagai konsekuensinya, pemerintah Brunei melarang setiap warga muslim untuk ikut merayakan Natal.

Tegakkan Syariah, Brunei Larang Umat Muslim Ikut Perayaan Natal

Seperti dilansir dari Daily Mail, Kamis (17/12/2015), aturan tersebut telah ditetapkan pada Januari 2015 silam oleh Kementerian Agama, jika ada yang melanggar akan dikenai sanksi yang cukup berat.

Akan tetapi larangan tersebut hanya berlaku untuk warga beragama Islam, sementara untuk umat Kristiani tetap dibolehkan merayakan hari Natal dengan catatan tidak di depan publik, hanya di komunitas seperti dalam gereja saja.

Larangan perayaan Natal bagi warga Muslim ini diberlakukan setelah tahun lalu banyak kejadian dimana anak-anak dan orang dewasa yang ikut merayakan dengan mengenakan aksesoris Santa. Pemerintah Brunei mulai khawatir kalau hal semacam itu dapat merusak aqidah umat Muslim.

Pada Desember 2015 ini, kebijakan tersebut mulai diberlakukan. Beragam bentuk dekorasi yang berkaitan dengan Natal dilarang menghiasi tempat publik. Dalam pasal 207 ayat 1 KUHP mengatur hal tersebut, dengan denda maksimal 20.000 dolar Brunei atau setara dengan Rp. 199 juta dan kurungan penjara maksimal selama lima tahun. (Rindi Ayunda – sisidunia.com)