sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Topi Santa Kembali Menjadi Perdebatan Jelang Natal

Topi Santa Kembali Menjadi Perdebatan Jelang Natal



Jakarta – Dalam perayaan Natal pada tahun ini, pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menjelaskan kepada toko dan restoran untuk tidak mewajibkan pegawai muslim memakai topi santa. MUI tidak ingin adanya paksaan terkait simbol keagamaan.

Topi Santa Kembali Menjadi Perdebatan Jelang Natal

Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, Cholil Nafis, mengimbau kepada para pemilik toko dan restoran untuk tidak memaksakan pegawainya memakai simbol agama tertentu. Mereka menekankan atas nama toleransi antar beragama.

“Saya berharap tidak ada paksaan bagi siapapun untuk memakai simbol agama tertentu. Cukup menggunakan seragam tokonya saja,” jelas Cholil Nafis saat diwawancarai pada Senin (14/12/2015).

“Secara umum MUI menghormati atas keyakinan dan acara keagamaan bagi agama lain. Bagi umat Islam sendiri diminta untuk menghormati hak ibadah umat lain,” ucap dia.

MUI memang tidak membuat imbauan khusus, terkait perdebatan tentang fenomena pegawai toko atau restoran di mall memakai atribut agama tertentu. Yang terpenting adalah tidak adanya paksaan.(Arman – sisidunia.com)