sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Benarkah Pencalonan Budi Gunawan Menjadi Kapolri Atas Pesanan Megawati ?

Benarkah Pencalonan Budi Gunawan Menjadi Kapolri Atas Pesanan Megawati ?



Jakarta – Selain mengungkap kasus pencatutan nama Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pelobian saham perpanjangan kontrak PT. Freeport, ternyata banyak hal lain yang terungkap dalam rekaman percakapan yang dilakukan Ketua DPR RI Setya Novanto, pengusaha Riza Khalid, dan Maroef Sjamsoeddin selaku Presdir PT. Freeport.

Benarkah Pencalonan Budi Gunawan Menjadi Kapolri Atas Pesanan Megawati ?

Salah satunya kini mulai ramai diperbincangkan adalah carut marut di balik pengajuan nama Komjen Budi Gunawan untuk menjadi Kapolri.

Dalam rekaman tersebut, Setya Novanto bercerita bagaimana dirinya ditelpon oleh Megawati Soekarnoputri untuk mengusahakan Budi Gunawan maju menjadi Kapolri. Bahkan Ketua DPR tersebut mengaku meminta bantuan dari Luhut untuk memulai pemilihan Kapolri.

Masih jelas dalam ingatan kita tentang ruwetnya pengajuan BUdi Gunawan sebagai Kapolri. Mulai dari pengajuan nama Budi Gunawan ke DPR oleh Presiden Jokowi, penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka korupsi, hingga munculnya kriminalisasi dua pimpinan KPK yang kini dinonaktifkan, yakni Abraham Samad dan Bambang Widjoyanto.

Meski begitu, Komisi Hukum DPR tetap meloloskan Budi Gunawan dalam uji kelayakan Kapolri, bahkan rapat paripurna juga telah menetapkan Budi Gunawan sebagai Kapolri. Namun akhirnya Presiden Jokowi memutuskan untuk membatalkan pelantikan Budi dan diganti dengan Badrodin Haiti. Alasan Jokowi karena pencalonan Budi Gunawan telah menimbulkan keresahan di masyarakat.

Setelah itu berdasarkan bukti rekaman, Setya Novanto bercerita bahwa Ibu Megawati marah besar, Ketua Umum Partai PDI Perjuangan itu bahkan sampai ke Solo dan ngamuk ke Jokowi. (Rindi Ayunda – sisidunia.com)