sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Memalukan, Adu Kebut Lamborghini vs Ferrari Di Surabaya Tewaskan Seorang Pembeli Susu

Memalukan, Adu Kebut Lamborghini vs Ferrari Di Surabaya Tewaskan Seorang Pembeli Susu



Surabaya – Balapan liar antara mobil merek Lamborghini melawan Ferrari di Jalan Manyar Kertoarjo, Surabaya, Jawa Timur berakhir dengan kecelakaan kedua mobil. Tak hanya merusak jalan dan properti, kecelakaan tersebut juga merenggut nyawa seorang warga.

Memalukan, Adu Kebut Lamborghini vs Ferrari Di Surabaya Tewaskan Seorang Pembeli Susu

Korban diidentifikasi bernama Kuswanto (51), warga Kaliasin. Kuswanto tewas dengan kondisi yang mengenaskan usai ditabrak oleh Lamborghini.

AKP Lili Djafar selaku Kasubag Humas Polrestabes Surabaya mengungkapkan kecelakaan tersebut bermula saat pengemudi mobil Lamborghini melakukan balap liar sekitar pukul 05.20 WIB. Saat itu, pelaku mengendarai Lamborghini miliknya dengan kecepatan tinggi.

“Karena dia memang sedang balapan dengan orang lain yang mengendarai mobil Ferrari,” kata Lily (Minggu, 29/11/2015).

Namun, saat tiba di Jalan Manyar Kertoarjo, pelaku diduga kehilangan fokus dalam mengemudikan mobilnya. Sehingga, mobil tersebut kehilangan keseimbangan, dan oleng ke arah kiri.

Akibatnya, mobil tersebut menabrak sebuah gerobak susu, di mana saat itu Kuswanto sedang membeli susu di tempat itu.

Tabrakan keras pun tak bisa dihindarkan. Akibatnya, selain gerobak itu rusak, tabrakan itu juga menewaskan Kuswanto.

Bukan hanya Kuswanto yang menjadi korban, penjual susu bernama Mujianto (44 tahun), warga Jalan Pakis Tirtosari, Surabaya dan istrinya, Srikanti (51), juga menjadi korban dalam kecelakaan itu.

Beruntung dalam kecelakaan itu nyawa Mujianto dan Srikanti bisa diselamatkan. Sebab, Mujianto mengalami luka dan retak di kaki kanan, sedangkan Srikanti mengalami patah kaki kanan.

“Masih didalami, termasuk adanya kemungkinan apakah saat mengendarai mobil itu pelaku dalam keadaan mabuk atau tidak,” kata Lily. (Yayan – sisidunia.com)