sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Ekonomi & Bisnis » Tidak Selalu Menguntungkan, Bisnis Kos-kosan Juga Ada Ruginya, Simak Yuk

Tidak Selalu Menguntungkan, Bisnis Kos-kosan Juga Ada Ruginya, Simak Yuk



Jakarta – Membangun kos-kosan sering dianggap sebagai satu bentuk bisnis dan aset yang sangat menguntungkan. Dengan hanya bermodal rumah atau bangunan tempat tinggal dan kelengkapannya, uang pun bisa terus mengalir.
Tidak Selalu Menguntungkan, Bisnis Kos-kosan Juga Ada Ruginya, Simak Yuk
Ternyata, hal tersebut tidak selalu benar. Ada beberapa aspek yang kadang justru membuat bisnis kos-kosan menjadi rugi. Apa saja? Simak ulasan berikut.

1. Kelebihan

Pertama, seiring perkembangan jumlah penduduk di kawasan-kawasan padat seperti pusat perbelanjaan atau sekolah dan kampus, maka permintaan akan tempat hunian pun akan semakin tinggi.

Dalam keadaan ini, mahasiswa merupakan peminat utama terhadap kamar kos karena mereka membutuhkan tempat tinggal yang dekat dengan kos. Apalagi bila mahasiswa tersebut berasal dari daerah lain.

Kedua, bisnis rumah kos memiliki capital gain yang bisa didapatkan dalam jangka panjang (lebih dari enam tahun). Capital gain merupakan keuntungan yang didapat dari sebuah investasi.

Capital gain yang didapat dari kos-kosan lebih tinggi dari investasi tanah tanpa bangunan dan rumah sewa.

Ketiga, bisnis ini memiliki capital rate (cap rate) 6-8 persen lebih tinggi dibandingkan dengan rumah sewa. Cap rate merupakan persentase yang menunjukkan tingkat balikan modal (rate of return) dari sebuah investasi

2. Kekurangan

Pertama, pemilik kos harus senantiasa melakukan manajemen terhadap pelayanan di gedung kos-kosannya, seperti misalnya pelayanan kebersihan, keamanan, dan perbaikan, serta servis-servis tambahan seperti pencucian pakaian, pemesanan makanan, sampai pada pengaturan jam kunjungan tamu.

Tak jarang, pemilik kos harus menggunakan jasa pegawai tambahan untuk mengurusi masalah-masalah tersebut.

Kedua, pembayaran dari penyewa kamar kadang juga tersendat. Hal tersebut terjadi karena umumnya penyewa kos adalah mahasiswa yang belum berpenghasilan sendiri dan kiriman orang tuanya terlambat, atau pegawai-pegawai toko yang berpenghasilan tidak terlalu besar dan mengalami masalah keuangan.

Ketiga, rumah kos sangat bergantung pada faktor lokasi. Dan bila pada skenario terburuk, pusat perbelanjaan atau kampus yang ada di sekitar kos-kosan tersebut pindah, maka minat terhadap kamar kos pun menjadi terjun bebas.

(Deni Suroyo – sisidunia.com)