Home » News » MKD Harus Mengundang Awak Media untuk Mendengarkan Rekaman Suara Selengkapnya

MKD Harus Mengundang Awak Media untuk Mendengarkan Rekaman Suara Selengkapnya



Jakarta – Belum lama ini, pengakuan Menteri ESDM, Sudirman Said, yang mengatakan bahwa dirinya telah mengantongi izin dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melaporkan Ketua DPR, Setya Novanto, ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), ternyata berbuntut panjang. Pasalnya, Menkopolhukam, Luhut B Panjaitan, telah membantah hal tersebut.
MKD Harus Mengundang Awak Media untuk Mendengarkan Rekaman Suara Selengkapnya
Luhut mengatakan bahwa tindakan Sudirman tersebut belum mendapatkan izin dari Presiden. Keterangan Luhut ini berbeda lagi dengan yang disampaikan oleh Wapres Jusuf Kalla, yang mengatakan bahwa Sudirman sudah melapor ke Presiden sebelum mengajukan laporannya ke MKD.

Lantas, mana yang benar?

Melihat polemik ini, pakar komunikasi politik, Effendi Gazali, mengatakamn bahwa Sudirman harus bisa menjabarkan duduk perkaranya secara jelas dalam sidang MKD. Menurut Effendi, tindakan Sudirman ini menjadi masalah panjang karena memang biasanya Menteri harus melapor dulu ke Presiden sebelum melakukan langkah atau kebijakan tertentu.

“Namun pada bagian lain, kalau betul dia belum lapor ke Presiden, terlepas izin itu ada atau tidak, berarti Sudirman Said memberikan laporan keliru kepada Pak JK,” ujar Effendi.

Oleh karena itu, Effendi merasa bahwa sidang MKD yang melibatkan Setya Novanto dan Sudirman SAid tersebut harus dilakukan secara terbuka.

“Penekanan saya adalah MKD mengundang teman-teman media untuk mendengarkan rekamannya. Kita harus tekankan itu kalau betul ada orang yang hendak menzalimi kehormatan dewan,” tandasnya lagi. (Deni Suroyo – sisidunia.com)