Home » Gaya Hidup » Apa yang Harus Anda Lakukan Jika Anak Bertanya Tentang Terorisme ?

Apa yang Harus Anda Lakukan Jika Anak Bertanya Tentang Terorisme ?



Jakarta – Serangan teroris di Paris, Perancis, yang terjadi pekan lalu telah menjadi sebuah pembahasan yang mengerikan di seluruh dunia. Topik ini pun terus diangkat di berbagai media, termasuk di dunia maya dan media sosial.
Apa yang Harus Anda Lakukan Jika Anak Bertanya Tentang Terorisme ?
Melihat perkembangan saat ini, anak-anak pun sudah mulai pintar untuk bermain internet dan meluncur di dunia maya untuk mencari berita-berita tertentu. Terkait aksi terorisme tadi, orang tua harus masuk dan memberikan penjelasan tentang apa sebenarnya yang dimaksud dengan terorisme.

Seperti dilansir dari Familyshare (Senin, 23/11/2015), berikut ini beberapa tips bagi orang tua ketika anak sudah mulai bertanya tentang terorisme.\

1. Jelaskan sesuai usia

Beri pengertian tentang teroris sesuai dengan usia anak. Bila anak masih terlalu muda, jangan perlihatkan gambar-gambar kekerasan atau kekejaman untuk menjelaskan tentang aksi radikal tersebut. Batasi dan awasi betul pergerakan anak-anak kita di dunia maya.

Untuk anak yang sudah remaja, beri penjelasan yang lebih kompleks lagi. Beri pengertian dengan fakta-fakta yang ada dan jangan sampai anak menjadi bersikap diskriminatif terhadap satu golongan.

2. Banyak mendengar

Orang tua dianjurkan untuk lebih banyak mendengarkan anak. Jangan mudah menyuruh anak diam, apalagi mengatakan “belum umurnya bertanya tentang teroris”.

3. Jangan berprasangka

Sangat mudah untuk menancapkan doktrin kepada anak-anak tentang sesuatu yang benar atau yang salah. Maka dari itu, jelaskan dengan hati-hati dan sebaik-baiknya tentang terorisme.

Sampaikan bahwa tindakan teroris tersebut tidak mewakili keseluruhan ideologi atau agama tertentu.

4. Aktif tidak reaktif

Posisikan anak anda untuk melihat dunia dari sudut pandang yang baik. Perlihatkan kepada mereka bagaimana sukarelawan dan masyarakat yang bahu-membahu untuk bangkit dari musibah yang disebabkan oleh aksi terorisme tak bertanggungjawab.

(Deni Suroyo – sisidunia.com)