sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Frederick Jean Salvi, Tersangka Serangan Bom Paris yang Pernah Belajar di Bandung

Frederick Jean Salvi, Tersangka Serangan Bom Paris yang Pernah Belajar di Bandung



Paris – Frederick Jean Salvi (41) atau lebih dikenal dengan sebutan Ali, disebut-sebut sebagai salah satu dalang di balik serangan teror di Paris, Prancis. Pria ini juga pernah dikaitkan dengan aksi terorisme di Indonesia pada tahun 2000-an.

Frederick Jean Salvi, Tersangka Serangan Bom Paris yang Pernah Belajar di Bandung

Seperti dilansir dari Mirror (Rabu, 18/11/2015), Frederick sendiri kini diketahui menetap dan bekerja di Leicester, Inggris. Menariknya ia terpantau penah mengunjungi Pesantren Al-Jawami, di Desa Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung.

Hal tersebut dibenarkan oleh KH Imang Abdul Hamid, pemimpin Ponpes Al-Jawami. Imang mengungkap Frederick pernah menyambangi pesantrennya kurang lebih empat kali di tahun 2005.

Saat itu Frederick membawa istri dan kedua putrinya. Ia pun rutin menyambangi pesantren tiga minggu sekali. Pria kelahiran Pontarler tersebut selalu mengenakan baju koko, sementara istrinya yang berkebangsaan Maroko mengenakan jilbab panjang.

Dalam tiap kunjungannya, Frederick sulit berkomunikasi karena hanya fasih berbahasa Prancis, sementara Imang hanya bisa berbahasa asing Arab dan Inggris. Pertemuan keduanya pun tak pernah berlangsung lama, hanya 15-30 menit dan hanya berbicara santai terkait pendalaman agama Islam.

Frederick sendiri diketahui tidak terlahir Islam, ia memeluk Islam ketika dipenjara pada awal 2000. Setelah bebas dari tahanan, ia menghilang dan dikabarkan keliling dunia untuk mendalami Islam.

Pada 2010 namanya sempat dikaitkan dengan penemuan mobil penuh bahan peledak di Jakarta. Selain itu Frederick juga diduga terlibat dalam serangan bom di KBRI Paris pada tahun 2012, namun dirinya selalu berhasil lolos dari penangkapan. (Rindi Ayunda – sisidunia.com)