sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Pasca Bom Paris, Sopir Taksi Muslim Mendapat Perlakuan Buruk

Pasca Bom Paris, Sopir Taksi Muslim Mendapat Perlakuan Buruk



New York – Wajah Islam di mata dunia seakan makin tercoreng akibat ulah terorisme yang dilakukan kelompok militan ISIS dan kelompok teroris lainnya. Di setiap aksinya, ISIS selalu mengatasnamakan agama Islam, padahal aksi mereka sama sekali tidak mencerminkan hal tersebut. Sayangnya, justru umat muslim yang mendapat perlakuan diskriminasi dan dicap sebagai bagian dari aksi terorisme.

Pasca Bom Paris, Sopir Taksi Muslim Mendapat Perlakuan Buruk

Contoh salah satu umat muslim yang menjadi korban diskriminasi dan perlakuan buruk ialah seorang sopir taksi di New York, AS.

Ya, tak berselang berapa lama dari pengakuan ISIS yang mengklaim sebagai dalang aksi teror di Paris, Prancis. Umat muslim di belahan dunia lain ikut dicap sebagai bagian ISIS. Kisah pilu ini dialami oleh seorang sopir taksi, kisahnya kemudian diungkap oleh seorang penumpang bernama Alex Malloy (23).

Menurut pengakuan Malloy, dirinya menjadi satu-satunya penumpang sopir taksi muslim tersebut setelah seharian tak juga mendapat penumpang.

Sang sopir mengaku, mayoritas pelanggan taksi enggan menaiki taksinya dengan alasan takut jika dirinya merupakan bagian dari ISIS. Ironisnya, sepanjang jalan sang sopir yang tak diungkap identitasnya tersebut, hanya bisa menangis ketika bercerita kisah pilunya kepada Malloy.

Malloy pribadi merasa prihatin dengan perlakuan diskriminasi yang dialami sang sopir. Lewat pesan yang dipostingnya ke akun Facebook dan Twitter pribadi, Malloy berharap warga New York dan seluruh warga dunia lainnya, tidak langsung menghakimi seluruh umat muslim merupakan bagian dari teroris ISIS.

Postingannya di Twitter dan Facebook-nya itu mendapat beragam tanggapan, bahkan telah di-retweet sebanyak 31 ribu kali dan mendapat “like” di Facebook sebanyak 23 ribu kali. (Rindi Ayunda – sisidunia.com)