sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Lagi, Dua Warga Indonesia Dikabarkan Kedapatan Bergabung Menjadi Militan ISIS

Lagi, Dua Warga Indonesia Dikabarkan Kedapatan Bergabung Menjadi Militan ISIS



Pekanbaru – Belum lama ini dikabarkan bahwa dua orang warga Pekanbaru, Riau, telah bergabung dengan kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Menurut pihak Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, bergabungnya dua orang itu adalah akibat mereka diberi pemahaman yang keliru.
Lagi, Dua Warga Indonesia Dikabarkan Kedapatan Bergabung Menjadi Militan ISIS
“Keduanya diberikan pemahaman keliru, seperti pemerintahan Indonesia yang tidak baik dan mereka juga dijanjikan akan kehidupan yang lebih baik jika bergabung dengan gerakan radikal tersebut,” ujar Wakil Kepala Polresta Pekanbaru, AKBP Sugeng Putut Wicaksono, kepada kantor berita nasioall, Antara, Pekanbaru, Senin (9/11/2015) malam kemarin.

Penangkapan dua orang, dengan inisial FR dan RS, tersebut pertama kali terjadi di Singapura. Ketika keduanya mendarat di Singapura, sebagai bagian dari perjalanan mereka ke Suriah, ternyata kepolisian Singapura mencurigai dokumen yang dibawa FR dan RS tersebut.

“Keduanya berangkat ke Singapura pada 5 November 2015 dan di sana mereka dicurigai dokumen yang dibawanya,” terang AKBP Putut.

Setelah polisi Singapura menginterogasi FR dan RS, diketahuilah bahwa mereka berdua hendak pergi ke Suriah untuk bergabung bersama ISIS. Keduanya pun segera dideportasi kembali ke Tanah Air.

Polisi Singapura pun mengawal mereka hingga ke Batam, yang selanjutnya diooper ke Polda Kepri dan kemudian berpindah lagi ke Polresta Pekanbaru.


Baca juga

10 Ribu Warga Jerman Turun ke Jalan Gelar Demontrasi Anti Islam

ISIS Diduga Gunakan Bom Kimia sebagai Senjata Pemusnah Massal

Setelah ditelusuri, keduanya memang aktif berkegiatan di organisasi keagamanan. Pada suatu saat, mereka mulai penasaran dengan pergerakan ISIS dan mulai berselancar di dunia maya.

“Hingga akhirnya mereka berkenalan dengan seseorang yang saat itu berada di Suriah di jejaring sosial Facebook,” jelas Putut.

Dari sinilah bujuk rayu dan imimng-iming ISIS masuk ke dalam pikiran mereka.

Adapun, saat ini keduanya masih menjalani proses pemeriksaan di Polresta Pekanbaru. (Deni Suroyo – sisidunia.com)