sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Pria Bejat Ini Hanya Modal Rp 100 Ribu untuk Ajak Gadis SMP “Ngamar” di Hotel

Pria Bejat Ini Hanya Modal Rp 100 Ribu untuk Ajak Gadis SMP “Ngamar” di Hotel



Medan – Pria bernama Erwin Harahap, seorang warga Tembung, Kota Medan, saat ini terpaksa meringkuk di tahanan Mapolsekta Medan Kota. Pasalnya, pria 35 tahun ini kedapatan telah ber-hohohihe dengan gadis di bawah umur.
Pria Bejat Ini Hanya Modal Rp 100 Ribu untuk Ajak Gadis SMP "Ngamar" di Hotel
Dikisahkan bahwa Erwin menawari korban, sebut saja Mawar, untuk berhubungan intim dengannya. Mawar dijanjikan uang Rp 100 ribu bila bersedia memuaskan nafsu bejat Erwin.

Tergiur dengan nominal itu, Mawar pun mengiyakan. Keduanya pun membuat janji bertemu.

Pada Sabtu (7/11/2015) kemarin, Mawar dijemput Erwin sepulang sekolah dengan mengendarai sepeda motor. Keduanya kemudian bertolak menuju sebuah hotel di Jalan Bintang, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan. Di dalam hotel, keduanya pun melakukan hubungan layaknya suami-istri.

Usai puas berhubungan badan, keduanya memutuskan untuk check out. Ketika keduanya ke luar hotel, tokoh kepala lingkungan di sekitar hotel tersebut rupanya mengenali Mawar. Apalagi, saat itu Mawar sedang mengenakan pakaian seragam sekolah pramuka.


Baca juga

Hanya dengan Mengemis, Pria Ini Bisa Raup Penghasilan 40 Juta Perhari

Astaga, SPG Cantik Tuliskan Ajakan Kencan Kepada Pelanggannya Lewat Secarik Kertas

Entah emosi atau apa melihat Mawar bersama pria yang diduga cabul, sang kepala lingkungan berteriak memanggil warga lainnya. Tak ayal, Erwin pun langsung bonyok dipukuli warga. Setelah cukup meluapkan emosinya, warga pun menyeret Erwin ke kantor polisi.

Menurut Kanit Reskrim Polsekta Medan Kota, AKP Martualesi Sitepu, Erwin akan dijerat Pasal 81 dan 82 Undang Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Meskipun korban menuruti permintaan pelaku untuk menyetubuhinya, tetap saja korban di bawah umur,” ujar Martualesi. (Deni Suroyo – sisidunia.com)