sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Sempat Ditawan dan Dipaksa Memeluk Agama Islam, Pastor Ini Akhirnya Bisa Lolos

Sempat Ditawan dan Dipaksa Memeluk Agama Islam, Pastor Ini Akhirnya Bisa Lolos



Damaskus – Seorang pastur di Suriah, yang bernama Jack Murad, mungkin tak pernah menyangka bahwa dirinya masih bisa melihat hari esok ketika tertangkap oleh kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Dirinya ditahan oleh kelompok radikal tersebut pada Mei 2015 lalu ketika ISIS memasuki Kota Al-Qaryatain.
Sempat Ditawan dan Dipaksa Memeluk Agama Islam, Pastor Ini Akhirnya Bisa Lolos
Seperti dilansir dari BBC, bersama seorang asisten yang bekerja di gerejanya, Murad ditangkap dan dibawa ke Kota Raqqa. Di Ibukota ISIS di Suriah itu, Murad dan asistennya dimasukkan ke dalam sel yang sama dengan tawanannya yang lain.

Murad mengatakan tawanan di lokasi ini diberi makan secara teratur, memperoleh perawatan medis, dan tidak pernah sekalipun mendapatkan siksaan. Namun, sejumlah anggota ISIS tetap melakukan kekerasan, yakni secara verbal, dengan menyebut tawanan sebagai orang kafir.


Baca juga

Jet Jempur Su-25 Milik Rusia Gempur Bunker ISIS di Kawasan Palmyra

Setelah Rusia, Kini Giliran Pesawat Tempur Turki Hujani Markas ISIS dengan Bom

Satu hal yang unik, anggota ISIS sempat mengajaknya berdiskusi tentang teologi Kristen, seperti misalnya konsep Trinitas, Yesus, dan penyaliban.

“Saya tak menjawab diskusi ini karena menurut saya tak akan ada gunanya,” kenang Murad.

Anggota ISIS juga kerap kali mengeluarkan ancaman dengan mengatakan bahwa para tawanan akan dibunuh bila tidak berpindah agama menjadi Islam.

“Mereka menjelaskan secara rinci bagaimana mereka akan membunuh kami jika tidak memeluk agama Islam. Mereka sangat pintar meneror kami,” ujar Murad.

Murad pun dengan tegas mengatakan bahwa dirinya tidak bersedia pindah agama, dan oleh karenanya, ia siap untuk dieksekusi.

Setelah sekitar 84 hari ditawan, Murad pun ditemui beberapa petinggi ISIS. Mereka menawarkan perjanjian bahwa pemeluk Kristen di Suriah diperbolehkan tinggal di wilayah kekuasaan ISIS asalkan mereka mau membayar pajak.

Akhirnya, berdasarkan kesepatakan itu, Murad dan semua tawanan ISIS yang memeluk agama Kristen pun dibebaskan dan diperbolehkan untuk pulang kembali ke rumahnya di Kota Al-Qaryatain.
Sempat Ditawan dan Dipaksa Memeluk Agama Islam, Pastor Ini Akhirnya Bisa Lolos
Namun khusus untuk Murad, ia tak mau lagi tinggal di kota tersebut. Sebab, Al-Qaryatain dinilai sudah tidak aman untuk ditinggali, dengan intensitas pemboman yang cukup tinggi di wilayah tersebut.

“Ini sudah menjadi daerah pertempuran … sering terjadi pengeboman,” tandasnya. (Deni Suroyo – sisidunia.com)